PALANGKA RAYA – Menjelang perayaan Imlek di Indonesia, terdapat satu jenis kue tradisional tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat, yaitu kue keranjang. Salah satu produsen kue keranjang yang terkenal di kota Palangka Raya adalah Ling Ling, yang sudah mengelola usaha ini selama 15 tahun.
Kue Keranjang Palangka Raya memiliki bahan dasar ketan putih yang dikukus selama kurang lebih 12 jam dengan menggunakan cara tradisional yang masih memakai kayu bakar. Harga jual setengah kilo dijual seharga 35 ribu rupiah, dan satu kilo dijual seharga 65 ribu rupiah.
“Kue keranjang ini hanya diproduksi untuk Imlek saja dan hanya tersedia di seputaran Palangka Raya, namun kadang-kadang bisa dikirim ke luar kota seperti Jakarta, Buntok, Kapuas, Banjarmasin, dan Sampit,” ujarnya, Rabu, 31 Januari 2024.
Kue keranjang yang diproduksi bisa bertahan lama hingga satu tahun jika disimpan dalam kulkas, namun jika tidak disimpan dalam kulkas akan berumur sekitar satu bulan. Jadi, jangan lupa menyimpan kue keranjangmu di dalam kulkas agar tidak cepat berjamur.
Kue keranjang ini memiliki daya tarik yang kuat sehingga mampu menarik perhatian banyak kalangan. Dalam hitungan hari, bisnis Ling Ling sudah mendapatkan pesanan hingga 500 kilogram dan diprediksi akan mencapai 700 kilogram pada tahun ini. Meski tampaknya produksi tahun ini mengalami kenaikan yang tidak signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun tetap terbatas karena hanya bisa diproduksi selama satu bulan sebelum Imlek dan untuk dicicipi hanya pada masa-masa tertentu.
“Tiap tahun pesanan bisa mencapai 1 ton pada tahun yang lalu. Adapun laporan pendapatan tahun ini diprediksi hanya mencapai 700 kilogram karena kami membatasi produksi. Tanggal 4 kami sudah tidak produksi karena kami akan pulang kampung dan merayakan Imlek di kampung,” ucap wanita asal Singkawang ini
Dalam kesederhanaannya, Kue Keranjang Palangka Raya mampu mempertahankan warisan budaya lokal yang ada. Meskipun konsumen harus memesan jauh hari sebelum perayaan Imlek, kue keranjang ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat sebagai salah satu makanan khas yang manis dan lezat yang tak akan pernah terlupakan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post