SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) siap melakukan manipulasi lingkungan di Pulau Hanibung yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jika diperlukan. Ini untuk mendukung agar pulau tersebut dapat digunakan sebagai kawasan konservasi.
“Pemkab Kotim ingin menjadi Pulau Hanibung sebagai kawasan konservasi sekaligus tempat wisata itu perpaduan yang luar biasa sekali,” kata Kepala BKSDA Kalteng, Sadtata Noor Adi Rahmanta, saat berkunjung ke Kotim, belum lama ini.
Pulau Hanibung berasa di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Pulau tersebut memiliki luas lahan 265 hektar. Berbagai macam satwa ada dimulai dari berbagai jenis burung hingga reptil terutama buaya.
Jika nantinya dijadikan kawasan konservasi sekaligus tempat wisata taman satwa tentunya harus dijaga keamanan maupun kenyaman baik untuk pengunjung ataupun satwa yang akan dikonservasi.
Sadtata mengungkapkan karena pulau Hanibung bukan kawasan konservasi dan direncanakan akan dikembangkan sebagai kawasan itu, maka pihaknya akan melakukan survei dan penilitian terlebih dulu. Itu untuk memastikan apa yang diperlukan agar dapat kawasan konservasi itu dapat terwujud.
“Kalau memang diperlukan perlakuan manipulasi lingkungan, kami akan lakukan sepanjang itu tidak merusak lingkungan. Bagaimana nanti bentuk adaptasinya itu dari survei yang akan kami lakukan nanti,” tegasnya.
Ditegaskan juga jika kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan wisata sesuai dengan harapan Bupati Kotim, penebangan pohon atau kegiatan yang merusak lingkungan di wilayah itu dapat dicegah. Karena masyarakat dalam hal ini telah memiliki aktivitas yang juga diuntungkan dari adanya wisata itu.
“Masyarakat sekitar akan mendapatkan penghasilan kalau itu dijadikan wadah wisata. Kita akan carikan solusinya agar masyarakat terlibat, jadi tidak perlu lagi jual burung atau menebang pohon, ini sudah banyak contohnya,” ujarnya.
Ditambahkannya, wisata yang direncanakan oleh Pemkab Kotim yaitu langsung menikmati alam dan melihat langsung satwa di habitatnya ini dinilai pangsa pasarnya bukan lokal melainkan tourist asing. Sehingga ke depan ini akan membawa dampak positif terutama bagi perekonomian masyarakat sekitar.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post