SAMPIT – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta pemerintah daerah agar menjamin keamanan dan kenyamanan berusaha. Pasalnya,keamanan dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam investasi.
“Iklim investasi yang selama ini kondusif jangan sampai terusik. Karena jika sudah tidak aman, maka kegiatan usaha akan terganggu dan itu akan menimbulkan dampak yang luas karena ini menyangkut ribuan tenaga kerja, serta dampak ikutan lainnya,” kata Ketua Apindo Kotim, Siswanto, Jumat 7 Juli 2023.
Itu ia sampaikan mengingat baru-baru ini terjadi konflik di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT BJAP 3 Kabupaten Seruyan yang berujung pada perusakan aset.
Hal tersebut sangat disesalkan karena kejadian tersebut melibatkan oknum masyarakat setempat. Oleh sebab itu dirinya yang juga Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPPI) Kabupaten Kotim dan Lintas Kabupaten Katingan dan Seruyan meminta pemerintah daerah bersama kepolisian baik dari Polda Kalteng maupun Polres Kotim dapat menjamin atau bertindak tegas dalam menciptakan suasana yang kondusif serta menciptakan iklim investasi yang nyaman dan aman.
Karena menurutnya, kejadian ini dikhawatirkan menimbulkan ketidaknyamanan berusaha yang turut dirasakan anggota organisasi mereka yang berjumlah 78 perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit, karet, rotan dan komoditas lain pekebun.
“Makanya kami sangat berharap keamanan dan kenyamanan berusaha ini selalu terjaga supaya iklim investasi selalu terjaga dengan baik sehingga semua pihak merasa nyaman dalam berusaha, ” imbuhnya.
Siswanto menyoroti tuntutan plasma 20 persen maupun lainnya. Ia menilai dapat dibahas secara bersama apalagi pemerintah telah membuat aturan secara jelas terkait masalah tersebut. Ditegaskan, pihak perusahaan pun tentu akan patuh, tetapi semua melalui prosedur dan tidak boleh dengan tindakan anarkis.
Menurutnya, semua bisa diselesaikan sesuai prosedur. Tindakan anarkis seperti perusakan dan penjarahan bukanlah solusi masalah ini karena justru akan berujung pada ranah pidana. Hal ini tentu tidak diinginkan semua pihak, baik masyarakat maupun dunia usaha.
“Ini berpengaruh pada keamanan, ketenangan berusaha dan kenyamanan. Kami juga berharap masyarakat tidak tidak menyebarkan gambar maupun video di media sosial yang bisa menimbulkan salah paham dan bernuansa provokatif karena dampaknya tidak baik bagi semua pihak. Kita adalah saudara semua, karena masyarakat yang bergerak di bidang perkebunan sawit maupun perusahaan lainnya adalah masyarakat kita semua. Kita adalah satu,” ujar Siswanto.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post