SAMPIT – DPRD Kotawaringin Timur mendukung tujuh program pembangunan yang dijadikan prioritas pada tahun anggaran 2022 yang tertuang dalam rancangan kebijakan umum anggaran.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kotim, Pardamean Gultom mengatakan, tujuh program prioritas tersebut harus terealisasi sebagai bentuk perwujudan kemerdekaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Kotim.
Tujuh program prioritas tersebut, yakni peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, dan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa. Kemudian penguatan pemerintahan desa, penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, serta pariwisata dan pelestarian budaya.
”Dari gambaran yang terlihat dalam rancangan kebijakan umum anggaran, pada 2022 kita mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 320.950.931.700,00 atau turun 17,89 persen,” kata Gultom yang juga anggota Komisi IV DPRD ini, Selasa 17 Agustus 2021.
Gultom menjelaskan, memperhatikan karakteristik perekonomian Kotim di masa pandemi seperti sekarang, secara keseluruhan tantangan utama yang dihadapi tahun 2022 nanti adalah meningkatkan pendapatan asli daerah.
Salah satu variabel yang mempunyai fungsi vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang secara terus menerus ditingkatkan dan didorong adalah bagaimana semua potensi pendapatan semaksimal mungkin digali supaya mampu memenuhi seluruh kebutuhan belanja daerah.
“Prioritas pembangunan tentunya akan berimplikasi pada ketersediaan anggaran dalam APBD, karena APBD merupakan belanja pembangunan yang dikeluarkan pemerintah daerah yang mendanai penyelenggaraan urusan wajib, urusan mendasar yang berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, urusan pilihan merupakan urusan yang bersifat pilihan. Meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai kondisi, kekhasan, dan potensi keunggulan daerah.
”Badan anggaran mengimbau agar pemerintah kabupaten memanfaatkan sumber- sumber pendapatan secara efektif dan efisien,” tandasnya.
(dia/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post