SAMPIT – Tim gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Kotim, Irawati menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah tempat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu 24 April 2021 malam.
Tampak dua wanita cantik terjaring rajia di salah satu penginapan di Kota Sampit tidak memiliki identitas sedang diinterogasi petugas. Kedua perempuan cantik itu langsung dibawa petugas untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.
Operasi pekat gabungan ini dilakukan untuk menekan gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Kotim, Provinsi Kalimantan Tengah yang marak terjadi di bulan suci Ramadan.
Sasaran operasi pekat kali ini adalah kos-kosan, penginapan dan hotal serta kios penjual minuman keras (miras). Dalam operasi kali ini aparat berhasil mengamankan 16 pasangan yang tidak memiliki identitas seperti KTP. Mereka langsung digelandang ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan dan di buatkan surat pernyataan.
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri mengatakan, kegiatan sebagai upaya menciptakan situasi Kabupaten Kotim yang kondusif.
“Kami mengimbau agar selalu mematuhi peraturan, tidak membuat pelanggaran yang fatal kedepannya,” ujar Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri, Minggu 25 April 2021.
Sementara itu Wakapolsek Ketapang AKP Kasihan Budiman yang turut serta melakukan razia pada malam itu mengaku masih banyak terdapat pasangan muda mudi yang bukan muhrim berkumpul di penginapan.
(adi/matakalteng.com)






















Discussion about this post