SAMPIT – Ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin, meminta pemerintah daerah segera mengantisipasi potensi krisis air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini sangat bergantung pada air hujan.
Menurutnya, sebagian petani saat ini telah mulai menanam padi. Kondisi tanaman yang sudah berumur sekitar satu bulan masih relatif aman karena genangan air di sawah masih tersedia. Namun, petani yang belum sempat mengolah lahan diperkirakan akan menghadapi kesulitan apabila hujan tidak segera turun.
“Saat ini sebagian masyarakat sudah menabur benih dan menggarap lahan. Mudah-mudahan kemarau tidak terlalu panjang. Kalau bulan Juli masih ada hujan tentu akan sangat membantu. Yang sudah menanam sekitar satu bulan masih cukup aman karena air di sawah masih tersedia. Tetapi yang belum menggarap lahan tentu akan menghadapi kendala apabila kemarau berkepanjangan,” ujar Zainuddin, Selasa 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dampak kemarau bukan hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat. Jika dalam dua bulan ke depan tidak terjadi hujan, maka sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air bersih.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk melakukan operasi pendistribusian air bersih ke daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan.
“Kalau sampai dua bulan ke depan tidak ada hujan sama sekali, masyarakat bisa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum. Ini yang harus diantisipasi pemerintah daerah. Air untuk memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan sehari-hari sangat bergantung pada air hujan. Kalau tidak ada hujan, pemerintah harus hadir memberikan suplai air bersih kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti wilayah Kecamatan Teluk Sampit yang dinilai cukup rentan mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Menurutnya, pemerintah daerah harus segera menyusun strategi distribusi air agar masyarakat tidak mengalami krisis berkepanjangan.
Selain itu, Zainuddin berharap kondisi cuaca masih memberikan peluang turunnya hujan selama Juli sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan normal dan produksi pangan di Kotim tidak terganggu.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan pemerintah menghadapi musim kemarau harus dilakukan sejak sekarang, baik untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian maupun menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
(dia/matakalteng)

















Discussion about this post