SAMPIT – Capaian pendapatan asli daerah Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2024 lalu yang tidak mencapai target bahkan tidak mencapai 50% menjadi sorotan DPRD setempat.
“Hal ini perlu kita telusuri apa penyebabnya karena pencapaian pad kita tahun 2024 sangat minim sekali yaitu hanya 48,42% atau sekitar Rp 283,32 miliar dari target sebesar Rp585,14 miliar,”kata Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur, Selasa 7 Januari 2025.
Lanjutnya, salah satu sektor dengan capaian terendah juga harus menjadi perhatian yaitu khususnya bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB yang hanya terealisasi 6,92% atau sekitar Rp24,21 miliar dari target Rp 349,98 miliar.
“Padahal evaluasi terkait pad ini sudah sering dilakukan namun masih saja PAD tidak tercapai sesuai target bahkan jauh dari target. Hal ini sudah bisa dikatakan di bawah standar dan harusnya di tahun 2025 ini Pemerintah bersama tim anggaran eksekutif dan DPRD bisa mencari solusi agar PAD dapat terealisasi,”tegasnya.
Dirinya juga meminta agar pemerintah daerah berinovasi dalam menggali sumber pendapatan baru sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan di lapangan terkait pencapaian PAD.
“Khususnya BPHTB sebagai salah satu penyumbang utama PAD yang memiliki potensi besar harus terus digenjot. Hambatan harus diidentifikasi secara jelas agar dapat ditangani secara sistematis,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post