SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Mashami menyoroti persoalan kelistrikan di wilayah Kotim yang masih belum tuntas. Terutama pada saat musim hujan seperti sekarang ini menurutnya beberapa wilayah di Kabupaten Kotim kerap kali mengalami pemadaman listrik bahkan di Kota Sampit sendiri.
“Hal ini juga banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial baik itu di grup pesan maupun media sosial yang bisa dilihat secara umum seperti Instagram maupun Facebook,”ujarnya, Selasa 10 Desember 2024.
Menurutnya, sudah menjadi tugas legislatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan pihaknya berkewajiban mengawal aspirasi tersebut agar sampai kepada pengambil kebijakan sehingga dapat terealisasi untuk mengatasi persoalan yang ada di masyarakat.
“Hal ini juga yang kami dapatkan pada saat melaksanakan reses atau pada saat turun ke lapangan di daerah pemilihan masing-masing. Aspirasi ini merupakan hak masyarakat yang menginginkan kehidupan yang sama dengan masyarakat perkotaan, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan aliran listrik,”bebernya.
Tambahnya, pada saat musim penghujan ini aliran listrik sangat mudah sekali mengalami gangguan terutama di desa-desa titik sehingga sangat sering mengalami pemadaman listrik.
“Pemerintah harus memperhatikan hal ini, karena banyak sektor yang saling terintegrasi. Mulai dari pelayanan publik, ketergantungan dengan proses pendidikan, penyelenggaraan pemerintahan, kebutuhan rumah tangga dan lain-lain dengan ketersediaan listrik ini,”terang perwakilan Dapil II Kotim ini.
Dirinya mencontohkan salah satu wilayah yang kerap kali mengalami pemadaman listrik yaitu Kecamatan Pulau Hanaut yang berada di daerah pemilihan II.
“Tidak hanya pemadaman listrik wilayah ini juga seringkali mengalami turunnya voltase tegangan listrik yang mengakibatkan sejumlah barang elektronik lebih cepat rusak. Tentu masyarakat di wilayah ini ingin sekali merasakan keadilan untuk mendapatkan penghidupan yang layak sebagaimana masyarakat lainnya,”kata Eddy.
Menurutnya kebanyakan masyarakat meviralkan hal ini di media sosial lantaran tidak tahu harus mengadu kemana. Sehingga tempat mengadu dan meminta perhatian masyarakat luas yaitu melalui media sosial agar mereka bisa mendapat jalan keluarnya.
“Untuk mendukung mobilisasi masyarakat dalam perekonomian pedesaan serta pendidikan anak-anak, akses kelistrikan ini harus bisa terpenuhi sepenuhnya di wilayah pedesaan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post