SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswato menilai, satuan pendidikan atau sekolah bisa mengalokasikan jam belajar khusus untuk mengenal bahasa dan budaya lokal.
“Hal itu bisa dimuat dalam jam pembelajaran muatan lokal, yang mana kita ketahui satuan pendidikan juga merupakan salah satu Instansi yang berperan dalam melestarikan agar tidak punah,”ujarnya, Kamis 14 Desember 2023.
Lanjutnya, pengenalan dan pembelajaran akan budaya daerah ini sangat penting. Sebab dia melihat semakin hari ini kebudayaan daerah semakin menghilang di kalangan generasi muda. Hal itu terjadi karena kurangnya kepekaan dan semangat untuk melestarikannya.
“Ditambah lagi dengan kemajuan dunia digitalisasi, yang semakin membuat budaya dan bahasa lokal kian tergerus. Sehingga tidak sedikit anak yang sudah tidak memahami identitasnya sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut Dadang menegaskan, eksistensi budaya lokal itu cenderung menurun, apalagi di zaman generasi millenial ini. Padahal ujarnya, melalui kebuayaan daerah itulah sebagai wadah untuk membentuk karakter dan perilaku anak didik.
“Kita harus kembalikan semangat pendidikan yang karakternya sebagai orang timur. Salah satunya pengenalan adat budaya sopan santun serta bahasa local, supaya mereka paham bagaimana sebenarnya kultur kehidupan sosial masyarakat lokal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post