SAMPIT – Kasus kematian pria paruh baya berinisial S di sebuah hotel di Jalan Tjilik Riwut Sampit Kamis 2 November 2023 lalu ternyata berbuntut panjang. Pasalnya diketahui, sebelum meninggal pria itu diduga memesan pekerja seks komersial (PSK) melalui pesan WhatsApp dengan tarif Rp2 juta. Ironisnya, perempuan yang melayani nafsunya masih SMP.
“Tentunya kasus tersebut harus ditangani pihak kepolisian disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan dan tentunya kasus ini harus menjadi contoh bahwa dunia pendidikan kita harus ada perbaikan,”kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Jumat 10 November 2023.
Yakni ujarnya, dari para tenaga pendidik untuk waspada agar kasus tersebut tidak terjadi di satuan pendidikan yang ada di Kotim kembali.
“Dan ini tentunya kami berharap peranan dari tenaga pendidik yang ada di Kotim sebagai langkan prefentif supaya kasus-kasus yang melibatkan siswa/i kita utamanya untuk kasus peredaran narkoba dan perdaganganan manusia ini tidak terjadi lagi,”tegasnya.
Lanjutnya, apalagi dari kasus ini diketahui pelajar SMP tersebut rela menjual diri bukan karena impitan ekonomi dan tuntutan gaya hidup, tetapi atas keinginan dan kesadaran sendiri.
“Ini menjadi PR bagi satuan pendidikan bagaimana memberikan pemahaman kepada para pelajar kita terkait bahaya seks bebas, narkoba dan kenakalan remaja lainnya. Utamanya melalui pendidikan karakter agar anak-anak bangsa kita bisa memiliki budi luhur baik,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post