SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) menyayangkan banyaknya bangunan pasar yang tidak berfungsi di Kota Sampit, salah satunya pasar mangkikit di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
“Peletakan batu pertama pembangunan pasar itu dilaksanakan pada 22 Februari 2015 silam, namun kini mangkrak dan tidak jelas kelanjutan pembangunannya,” kata Wakil Ketua I DPRD Kotim, Rudianur, Minggu 25 Juni 2023.
Ia menyayangkan jika pasar-pasar yang dibangun pemerintah menjadi mubazir. Ia meminta Eksekutif lebih serius dalam optimalisasi pasar tradisional. Ini juga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pedagang di pasar-pasar tersebut.
“Karena selama ini kita melihat pedagang-pedagang yang berjualan di lapak seadanya dan terkesan kumuh lantaran tidak tersusun dengan rapi. Ini juga yang menjadikan pasar tradisional kalah bersaing dengan pasar modern,” ujarnya.
Rudianur menambahkan pemerintah harus membantu para pedagang tradisional ini agar tetap hidup di tengah gempuran banyaknya pasar modern, salah satunya dengan cara mengaktifkan bangunan-bangunan pasar yang sudah ada.
“Agar mereka bisa berjualan dengan rasa nyaman, dan pengunjung yang membeli juga merasa nyaman. Dengan demikian pasar tradisional tidak akan kalah dan tergerus oleh perkembangan jaman,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post