SAMPIT – Berbagai bencana kerap terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diakibatkan karena berkurangnya kawasan hutan yang seharusnya tetap dijaga sebagai penyeimbang alam.
“Maka dari itu kami meminta agar pemerintah setempat memetakan hutan yang harus dipertahankan, agar jangan sampai ada ijin yang keluar untuk membuka lahan di kawasan tersebut,” kata Anggota DPRD Kotim, Sanidin, Kamis 19 Januari 2023.
Lanjutnya, apalagi persoalan banjir menjadi perhatian serius pemerintah karena semakin tahun kian parah. Hal ini disinyalir karena minimnya daerah resapan air, sehingga air hujan langsung turun ke pemukiman warga.
“Terutama hutan di daerah hulu yang merupakan tumpuan resapan air hujan. Karena daerah hulu yang tinggi jika terendam banjir, secara otomatis daerah-daerah di bawahnya yang lebih rendah juga akan terendam, sehingga dampaknya akan semakin luas,” tegasnya.
Selain itu, kata Sanidin, menipisnya kawasan hutan juga bisa mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor, yang mana akan merugikan masyarakat sekitar atau bahkan memunculkan korban.
“Karena kita ketahui saat ini sudah banyak hutan di Kotim yang mengalami krisis bahkan hutan di Kotim sudah sangat minim dan luasannya tidak sesuai dengan peraturan yang seharusnya yang idealnya kawasan hutan tersisa 40 persen,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post