SAMPIT – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Ardiansyah mengatakan, untuk mengoptimalkan potensi daerah maka perlu adanya kreatifitas program terpadu antar organisasi perangkat daerah (OPD).
Hal itu disampaikannya menanggapi tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 di Kabupaten Kotim yang mana pendapatan asli daerah (PAD) hanya tercapai 87 persen dari target dengan kata lain kurang 13 persen dari target.
“Tercapainya PAD sebesar 87 persen menggambarkan hasil capaian program OPD dalam berkreasi untuk mengoptimalkan potensi daerah, perlu kreatifitas program terpadu antar OPD,” sebutnya, Jumat 25 Juni 2021.
Kemudian ujar Ardiansyah, belanja pengeluaran APBD Kabupaten Kotim belum cukup optimal dalam perannya sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi daerah. “Fraksi PAN meminta kepada Pemerintah agar lebih fokus dalam percepatan pertumbuhan ekonomi di bidang pembangunan, investasi dan kesehatan walaupun masa pandemi ini,” tegasnya.
Meski demikian, dirinya mengaku bahwa Fraksi PAN memahami bahwa pandemi Covid-19 serta beberapa kebijakan pemerintah pusat mempengaruhi upaya Pemkab Kotim untuk mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien.
Termasuk didalamnya adalah hambatan pencapaian realisasi belanja tahun anggaran 2020. Lalu terkait realisasi pendapatan daerah sebesar 87 persen merupakan capaian yang cukup besar, walaupun mengalami penurunan PAD pada tahun sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Fraksi PAN berharap peningkatan pendapatan daerah setiap tahunnya. Walaupun ada tantangan dalam merealisasikan PAD karena kondisi ekonomi maupun kondisi kebijakan pemerintah pusat yang baru-baru ini, seperti misalnya pembebasan PPnBM mempengaruhi harga mobil yang juga berdampak pada PAD kita,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post