KASONGAN – Menanggapi perubahan APBD Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2025, Fraksi Partai Gerindra DPRD Katingan menekankan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Wahidin, menyatakan bahwa penyesuaian anggaran diperlukan untuk merespons dinamika pelaksanaan program dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Perubahan APBD merupakan upaya pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan fiskal dengan perkembangan terkini, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan,” jelas Wahidin dalam Rapat Paripurna ke-22 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025, Jumat 19 September 2025.
Fraksi Gerindra menilai defisit anggaran sebesar Rp54,678 miliar masih wajar dan dapat dikelola dengan skema pembiayaan yang tepat. Namun, Wahidin menekankan perlunya strategi kreatif untuk menggali potensi PAD, termasuk melalui retribusi, pajak daerah, dan pengelolaan aset secara profesional, agar ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat dikurangi.
Selain itu, Fraksi Gerindra mendukung program prioritas yang berfokus pada pelayanan dasar, pemulihan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur merata. Wahidin menegaskan bahwa pelaksanaan anggaran perubahan harus berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar serapan anggaran. Kegiatan seremonial dan belanja tidak mendesak harus diminimalkan.
Fraksi Gerindra juga meminta agar seluruh program dalam APBD perubahan dapat direalisasikan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat anggaran, mengingat sisa waktu pelaksanaan yang terbatas. Sinergi antara eksekutif dan legislatif, termasuk keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan, juga menjadi fokus Fraksi Gerindra.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap pembangunan daerah berjalan efektif, efisien, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Wahidin.
(anr/matakalteng.com)






















Discussion about this post