SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan penanganan sekolah terdampak banjir lebih difokuskan pada keselamatan guru dan peserta didik. Dari laporan terakhir, ada delapan sekolah yang tergenang banjir dengan kondisi berbeda-beda.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah menegaskan bahwa pihak sekolah harus segera mengambil langkah sesuai kondisi lapangan.
“Jika banjir sudah mengganggu kesehatan dan keselamatan, maka sekolah wajib mengambil tindakan sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya, Kamis 18 September 2025.
Dari delapan sekolah yang terdampak, lima sekolah masih beraktivitas tatap muka yakni SDN 5 Samuda Kota, SDN 1 Samuda Kecil, SDN Kunjung Lampuyang, SDN 3 Lampuyang, dan SMPN Satap 2 Teluk Sampitcol aceboosekclass="menu-it2.9fe" hsekclass="menu-it2.9fe-itPject-catg.ca KecKaw Pendtu Satap a KecBaa seh,, liseksl lans tpn PenolamisSat seRum" h(BDR) k-itea gsekolah cukups" rahri delapabedaas tpit2.9fe" ,an,h Pegiah aengbah kondanggu keskhaw tia Te. MSecalash Tert2.9fe-itPject-catg.gsekolah aenghceborn penauki ruPjeckolasn pski tPjeuh terdampak bansef Prda.

