PALANGKA RAYA – Keterlambatan pencairan bantuan rumah ibadah dan program Rumah Sederhana Sehat (RSS) kembali dikeluhkan masyarakat. Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Muhajirin, mengungkap bahwa banyak warga menanyakan realisasi program yang hingga kini tak kunjung turun, sementara anggaran tahun depan justru mengalami pemangkasan signifikan.
Menurut Muhajirin, program RSS sejatinya sangat baik dan dibutuhkan masyarakat di Kapuas dan Pulang Pisau, wilayah dapilnya. Namun realisasinya berjalan lambat karena keterbatasan anggaran. “Masyarakat sering bertanya tentang realisasinya. Kita tentu mendukung program itu, tapi anggaran juga terbatas. Untuk tahun 2026, anggarannya hanya sekitar 30 persen karena banyak pemangkasan,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025.
Situasi serupa juga terjadi pada bantuan rumah ibadah. Hingga kini, sejumlah pengajuan belum terealisasi, meski masyarakat sudah menyiapkan kelengkapan administrasi. “Untuk bantuan rumah ibadah, hingga kini belum cair. Saya pribadi punya lima atau enam usulan, termasuk Balai Basarah Rakyat Jenderal,” katanya. Dia menilai salah satu hambatan berasal dari aturan yang mewajibkan proses lelang, meski nilai bantuannya terbilang kecil.
“Masalahnya bantuan itu tidak boleh dicairkan dalam bentuk uang tunai. Padahal untuk proyek kecil di bawah Rp100 juta, seharusnya bisa langsung dikerjakan panitia di lapangan, bukan dilelang seperti proyek besar,” tegasnya. Muhajirin menekankan bahwa masyarakat sudah terbiasa bekerja transparan melalui laporan lengkap mulai dari dokumentasi hingga pertanggungjawaban penggunaan dana.
“Yang penting panitia punya laporan dan kita awasi foto sebelum, saat dikerjakan, sampai selesai. Kalau ada keraguan, kita langsung turun. Masyarakat kita agamis, tidak mungkin menyalahgunakan dana untuk masjid atau langgar,” jelasnya. Dia berharap pencairan bantuan bisa dilakukan dalam waktu dekat agar tidak menambah beban masyarakat. “Mudah-mudahan akhir bulan ini bantuannya bisa cair. Kasihan masyarakat yang sudah menyiapkan SPJ tapi belum menerima pencairan,” tutupnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post