PALANGKA RAYA – Kerusakan berat pada ruas jalan nasional di Kalimantan Tengah kembali memunculkan kegelisahan publik. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menegaskan bahwa kondisi sejumlah jalan nasional yang berada dalam kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sudah berada pada level yang mengkhawatirkan dan perlu ditangani segera.
Hafid menyebut hampir seluruh jalur nasional di Kalteng mengalami kerusakan signifikan, terlebih saat musim hujan. Lubang besar di banyak titik tak hanya menghambat arus transportasi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat pengguna jalan.
“Kerusakannya sudah sangat parah. Hampir seluruh ruas jalan nasional rusak, berlubang di banyak titik, terutama saat musim hujan. Tingkat kerusakannya sangat tinggi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ujarnya, Sabtu 22 November 2025. Dia menekankan bahwa pemerintah pusat harus turun tangan lebih serius, mengingat total panjang jalan nasional yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 191 kilometer di berbagai wilayah Kalteng.
Selain mendesak percepatan perbaikan, Hafid turut menyoroti minimnya komunikasi BPJN kepada publik mengenai progres, kendala, maupun strategi penanganan kerusakan jalan. “Saya menyayangkan sikap BPJN yang enggan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Seharusnya mereka mau menyampaikan kondisi dan kendala yang dihadapi agar masyarakat bisa memahami situasi sebenarnya,” katanya.
Hafid menegaskan, sebagai lembaga teknis BPJN seharusnya memberikan informasi secara transparan untuk memastikan masyarakat mengetahui arah penyelesaian persoalan infrastruktur yang berdampak luas tersebut. “Mestinya mereka terbuka dan memberikan informasi apa adanya, agar publik tahu sampai kapan persoalan jalan rusak ini bisa diselesaikan,” tegasnya. Dia berharap pemerintah pusat segera memberikan intervensi nyata agar kerusakan jalan nasional di Kalteng tidak terus menjadi hambatan mobilitas dan keselamatan masyarakat.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post