SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Melalui rapat rutin setiap Senin, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah, terutama di Kecamatan Baamang dan Kota Sampit sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kotim, Rody Kamislam menyampaikan bahwa pemantauan harga dilakukan secara konsisten setiap awal minggu. “Setiap awal minggu, hari Senin, kita selalu melakukan zoom meeting untuk memantau perkembangan harga di daerah, khususnya di Kabupaten Kotim dan Kota Sampit. Artinya ini tetap kita pantau, evaluasi dan laporkan. Kegiatan ini sudah berlangsung setiap Senin di awal minggu,” jelasnya, Sabtu 22 November 2025.
Menurut Rody, sejumlah komoditas menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil, bahkan mencatat deflasi. Ia mencontohkan harga ayam ras yang sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu. Meski demikian, komoditas utama seperti beras, telur, ayam pedaging, cabe, dan bawang tetap menjadi fokus utama pemerintah mengingat permintaan akan meningkat saat memasuki akhir tahun.
“Kita ingin semuanya stabil. Ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti ayam ras. Tapi kebutuhan pokok seperti beras, telur, ayam pedaging dan komoditas pendukung lain seperti cabe dan bawang tetap menjadi atensi pemerintah agar tetap terkendali, apalagi menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Selain memantau harga, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi barang. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perhubungan terkait arus transportasi, termasuk kesiapan jalur logistik yang bisa terdampak kondisi cuaca berdasarkan pantauan BMKG setempat. Rody menegaskan, faktor cuaca saat ini dalam keadaan normal sehingga distribusi kebutuhan pokok ke dan dari Kotim masih berjalan lancar.
“Koordinasi dengan Dishub terus kita lakukan. Kita pantau arus transportasi, cuaca juga seperti apa kondisinya. Semua ini kita laporkan dan koordinasikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Cuaca saat ini normal, distribusi barang lancar untuk saat ini,” jelasnya.
Melalui pemantauan intensif tersebut, Pemkab Kotim berharap tekanan inflasi pada akhir tahun dapat diminimalkan. Rody menegaskan bahwa kenaikan harga saat momen hari besar memang mungkin terjadi akibat meningkatnya permintaan, namun pengendalian tetap bisa dilakukan agar tidak melonjak tinggi.
“Harapannya pada saat menghadapi hari besar dan Tahun Baru, inflasinya tidak terjadi atau setidaknya terkendali. Inflasi bisa saja terjadi karena kebutuhan meningkat, tapi kita ingin tetap terkelola dengan baik. Itu harapan pemerintah daerah,” tegasnya. Dia juga menegaskan bahwa TPID terus memperbarui informasi dari Badan Meteorologi terkait prakiraan cuaca, khususnya yang dapat mempengaruhi jalur distribusi wilayah Kotawaringin Timur.
“Dengan monitoring real time tersebut, pemerintah memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi gangguan suplai selama periode akhir tahun,” katanya. Melalui langkah-langkah terpadu ini, Pemkab Kotim optimistis gelombang permintaan kebutuhan pokok jelang Nataru dapat dihadapi tanpa gejolak harga signifikan, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap aman.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post