PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Dapil II Kotim dan Seruyan, Toga Hamonangan Nadeak, menyoroti rusaknya ruas jalan Amin Jaya–Rantau Pulut di Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Keluhan itu disampaikan masyarakat saat dirinya melaksanakan kegiatan reses baru-baru ini.
Menurut Toga, warga sudah lama berharap adanya perbaikan dari pemerintah provinsi, namun hingga kini jalan poros utama tersebut belum juga tersentuh pembangunan yang memadai. Akibatnya, masyarakat harus bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya, bahkan kerap meminta bantuan perusahaan sekitar agar akses transportasi tetap bisa digunakan.
“Sudah berkali-kali warga memperbaiki jalan dengan dana urunan, padahal ini jalur penting penghubung antar desa,” ujarnya, Rabu 19 November 2025. Dia menjelaskan, jalan yang sudah diaspal hanya sekitar 1,5 kilometer di Desa Sukorejo, sementara sebagian besar ruas lainnya masih berupa tanah dan batu. Kondisi jalan berbukit dan licin sering kali menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
“Bukan hanya kendaraan yang sulit lewat, anak sekolah pun banyak yang jatuh. Akses ekonomi dan pelayanan kesehatan jadi terhambat,” tambahnya. Toga menilai kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah. Meski pemerintah provinsi mengklaim kemantapan jalan sudah mencapai 87 persen, kenyataannya di wilayah pedalaman seperti Seruyan Tengah masih jauh dari layak.
“Kita apresiasi capaian pemerintah, tapi fakta di lapangan berbicara lain. Masih banyak ruas yang rusak berat dan belum tersentuh. Ini harus segera dibenahi agar pemerataan pembangunan benar-benar terasa,” tegasnya. Dia juga menyoroti dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut terhadap pelayanan publik. Ambulans rujukan, misalnya, sering terjebak di jalan berlumpur saat membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.
Toga berharap pemerintah provinsi segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat Seruyan Tengah dengan memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga. “Kami hanya ingin agar akses warga tidak lagi terhambat. Jangan sampai karena jalan rusak, masyarakat sulit beraktivitas dan pertumbuhan ekonomi ikut melambat,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post