PALANGKA RAYA – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terendam banjir beberapa waktu lalu, menarik perhatian kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawati Darland Atjeh menilai relokasi bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor merupakan hal yang tepat.
“Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana yang terjadi, sehingga warga masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana bisa merasa aman,” ujar politis Partai Nasdem ini, Rabu 1 Desember 2021.
Faridawaty mengungkapkan seperti halnya di Desa Tumbang Miwan, Kabupaten Gumas dimana wilayah ini merupakan wilayah rawan terjadinya bencana longsor, sehingga masyarakat meminta adanya program relokasi ketempat yang lebih aman untuk kurang lebih 1.500 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut.
Selain itu seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu bencana banjir di beberapa wilayah di Kalteng salah satunya Kota Palangka Raya. Masyarakat yang tinggal di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) terkena imbas bencana banjir. “Tentu bencana tersebut menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. Apalagi bencana banjir terjadi hampir setiap tahun ketika pada musim hujan,” sebutnya.
Diakui Faridawaty untuk merelokasi masyarakat membutuhkan perencanaan dan anggaran yang cukup besar. Oleh karenanya sambung Faridawaty, mengharapkan agar pemerintah memikirkan rencana matang guna merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai DAS tersebut secara bertahap ke kawasan yang lebih tinggi dan aman dari bencana banjir serta tanah longsor.
“Selanjutnya, apabila pemerintah sudah merencanakan program relokasi tersebut, saya juga mengimbau, ada baiknya masyarakat turut mendukung demi untuk keselamatan dan keamanan dari bencana yang kerap terjadi ini,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post