PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Henry M. Yoseph mendorong pemerintah, baik itu pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun kota untuk memberikan bantuan permodalan dan pelatihan bagi pelaku UMKM.
“Yang sangat merasakan dampak pandemic covid -19 ini masyarakat menengah kebawah, utamanya para pelaku UMKM. Karena itu mereka harus dibantu permodalan dan pelatihan agar mampu bertahan,” ucap legislator yang membidangi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Kamis 26 Agustus 2021.
Henry juga menambahkan pemerintah harus memperhatikan kelangsungan UMKM kedepannya, pemberian pelatihan dan modal usaha menjadi salah satu langkah yang dinilai tepat.
Karena itu dua hal yang harus dilakukan pemerintah secara bersamaan, agar upaya yang dilakukan yakni dengan memberi modal disertai dengan pemberian pelatihan dan pendampingan, baik itu berkenaan dengan strategi berusaha, serta dibantu kemudahan perizinan dan pemasarannya.
“UMKM di indonesia, dan Kalteng khususnya juga bagian dari pilar perekonomian daerah, karenanya peranan pelaku UMKM, sangat besar mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat dan anak-anak muda,” ucap Politisi Partai NasDem Kalteng ini.
Henry juga mendorong instansi terkait, untuk melakukan bimbingan atau pelatihan bagi pelaku UMKM dalam strategi pemasaran sistem digital. Ia menilai digitalisasi pemasaran dan modernisasi produk yang ditawarkan sangat menentukan ketertarikan konsumen.
Pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi digital. Karena pemasaran atau penawaran yang dilakukan dengan teknologi digital memiliki keunggulan dan kecepatan akses.
“Sekarang juga saatnya pelaku UMKM di Kalteng mampu mengembangkan usaha dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Tidak hanya menunggu, tapi kreatif dan inovatif sehingga tidak tergerus oleh kemajuan zaman,” jelas wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya ini.
Masyarakat saat ini mulai menerapkan cara berbelanja yang lebih mudah dengan menggunakan handphone, sistem pembayaran pun cukup dengan mentransfer uang kepada penjual. Maka dari itu pentingnya penguasaan teknologi modern meninggalkan cara-cara tradisional. Disini orang tidak perlu tatap muka berinteraksi langsung, tidak perlu berkerumun, tidak perlu datang jauh-jauh, artinya Prokes dilakukan dengan baik saat pandemi Covid-19 ini masih terjadi.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post