SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah mengingatkan agar guru BK atau BP harus peka terhadap lingkungan di setiap satuan pendidikan masing-masing. Yang mana guru BK tidak hanya berfungsi atau bertugas untuk mengatasi kenakalan pelajar saja.
“Guru BK atau BP ini merupakan garda terdepan yang memiliki peran strategis dalam pencegahan berbagai macam persoalan di lingkungan pendidikan, karena mereka bisa memantau peserta didik dari awal datang ke sekolah hingga jam pulang sekolah,”kata Irfan, Rabu 15 Januari 2025.
Untuk itulah menurutnya guru BK atau BP tidak pernah mengajar di ruangan kelas. Dirinya menekankan agar masyarakat maupun tenaga pendidik tidak salah mengetikkan tugas dari guru BK atau BP hanya untuk mengatasi anak-anak nakal, karena mereka juga bertugas untuk memberikan bimbingan serta konseling untuk pembinaan karakter yang lebih baik.
“Biasanya ketika ada pelajar yang bolos baru dipanggil untuk menghadap guru BK atau BP. Padahal guru BK bisa berperan jauh sebelum itu, misalnya ketika melihat pelajar sering terlambat maka bisa ditanyai alasannya. Karena pernah ada kasus serupa yang ternyata alasannya belajar itu tidak memiliki ayah dan ibu dan hanya tinggal bersama pamannya sehingga sejak pagi harus mengerjakan sesuatu terlebih dahulu di rumah, baru bisa berangkat ke sekolah,”bebernya.
Menurutnya, guru BK juga bisa mengidentifikasi masalah lain jika melakukan pantauan terhadap pelajar. Misalnya ada pelajar yang di rumahnya terjadi masalah secara terus-menerus antara ayah dan ibu, sehingga menyebabkan kurang tidur yang secara langsung juga mempengaruhi kondisi belajarnya di sekolah.
“Sehingga besar harapan kita guru BK lebih peka untuk melihat kondisi para pelajarnya,” tutup Irfan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post