PALANGKA RAYA – Berdasarkan data dari Tim Satuan Tugas Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya, hingga Oktober 2023 terdapat sebanyak 435 kali kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya.
Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan mengatakan, dari 435 peristiwa karhutla tersebut, terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 231 kali, Sebangau 139 kali, Pahandut 60, Bukit Batu lima kali dan Kecamatan Rakumpit nol kejadian.
Dari kejadian tersebut, hutan dan lahan di Kota Palangka Raya yang terbakar seluas 301,42 hektare, sehingga menyebabkan kualitas udara di Kota Palangka Raya dalam kondisi sangat tidak sehat.
“Hingga hari ini tim gabungan Satgas Karhutla di Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pemadaman Karhutla mulai pagi hari setelah apel, hingga malam hari,” katanya, Selasa, 3 Oktober 2023.
Dijelaskannya, upaya pemadaman Karhutla yang dilakukan Satgas Karhutla ini agar langit di Kota Palangka Raya bisa biru seperti sedia kala.
Selain pemadaman, upaya pembagian masker dan edukasi stop Karhutla hingga saat ini terus dilakukan kepada seluruh elemen.
“Status Karhutla di Kota Palangka Raya ini tanggap darurat, yang berarti tidak hanya pemerintah saja, akan tetapi semua pihak termasuk masyarakat juga harus berpartisipasi mencegah terjadinya Karhutla,” pungkasnya.
(rzl/matakalteng.com)






















Discussion about this post