SAMPIT – Plt Direktur RSUD dr Murjani, Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, dr Yulia Nofiany menyampaikan, pelayanan KB yang di sinergitas kan dengan BKKBN dimulai dari layanan paling dasar yaitu Fasilitas Kesehatan (faskes) primer.
“Dari faskes primer, kemudian ada rujukan ke faskes lanjutan yaitu RSUD dr Murjani Sampit. Setelah itu di ranah Rumah Sakit, dokter spesialis Kebidanan dan kandungan kami akan mengaksessment atau menscrining apakah ibu-ibu yang rujukan dari Puskesmas atau layanan primer tersebut memang layak untuk di Vasektomi atau tidak,”ujarnya, Senin 2 Desember 2024.
Lanjutnya, apabila dari ranah BKKBN, maka koordinasi dan kolaborasi bisa langsung dari tim Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) Murjani Sampit juga koordinasi dengan tim dari Puskesmas untuk membuat atau melayankan pasien-pasien atau masyarakat Kotim tersebut.
“Yaitu untuk menetukan layak dimasukkan ke dalam aseptor metode operasi wanita (MOW) tahunan atau tidak. Jadi yang menentukan adalah spesialis atau DPJP dari rumah sakit,”bebernya.
Diketahui, untuk dokter spesialis di bidang ini di rumah sakit Murjani memiliki 4 dokter, namun yang sementara ini selalu terlibat di dalam kegiatan MOW tahunan adalah dokter Elva Yonathan SPOG, karena sekaligus sebagai ketua tim PKBRS.
dr Yulia juga menyampaikan, pihak rumah sakit menyambut baik kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) kabupaten Kotawaringin Timur dalam rangka memberikan pelayanan KB terutama dengan metode MOW.
“Kami sangat senang sekali karena rumah sakit dilibatkan dalam proses pelayanan kepada masyarakat. Dan kami sangat mengapresiasi kegiatan tahunan yang dilaksanakan di rumah sakit yaitu layanan KB MKJP MOW. Rumah sakit berkomitmen untuk terus mendukung dan mensupport kegiatan ini,”tuturnya.
Sementara itu, Kepala PPPAPPKB Kotim, Imam Subekti menjelaskan, penggunaan KB permanen tidak hanya bisa dilakukan oleh wanita namun juga pria yaitu menggunakan metode operasi.
“Namun demikian, untuk tahun 2024 inu memang semua peserta pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang termasuk Metode Operasi Wanita (MOW) adalah wanita. Yaitu dioperasi di RSUD dr Murjani Sampit,”ujarnya.
Menurutnya, kegiatan KB MKJP MOW 2024 ini sudah mulai mengoperasi 6 pasien.
“Karena kemarin pelayanan pemeriksaan kesehatan mereka berjalan lancar dan hari ini mudah-mudahan nanti akan selesai dengan lancar semua tanpa ada kendala yang berarti,”ucapnya.
Menurut Imam, bagi masyarakat yang sudah mantap ingin ber-KB permanen, dianjurkan untuk menggunakan metode MOW untuk yang wanita dan MOP untuk pria. Dan hal ini harus disepakati oleh kedua belah pihak yaitu suami dan istri.
“Karena ini adalah metode operasi jangka panjang dan mudah-mudahan ini memberikan dampak yang positif terhadap pembangunan keluarga di Kotim,”tegasnya.
Untuk prosedur sendiri, akseptor atau masyarakat bisa memberikan informasi kepada petugas penyuluh keluarga berencana yang ada di semua Kecamatan untuk melaporkan KB apa saja yang diinginkan termasuk MOW ataupun MOP.
“Karena ini memerlukan waktu dan juga jadwal, nanti kita akan koordinasikan dengan pihak rumah sakit untuk melaksanakannya,”jelas Imam.
Sementara itu salah seorang peserta KB MOW yakni Marlina Soka menyampaikan, rencana dirinya bersama suami untuk mengikuti program KB MOW ini sudah direncanakan sejak 9 tahun yang lalu.
“Karena Kami sudah sepakat untuk tidak menambah lagi anak. Saat ini saya sudah memiliki tiga anak dan saya rasa sudah cukup sehingga saya sudah mantap untuk mengikuti KB permanen. Saya berharap operasi ini dapat berjalan dengan lancar dan tetap dalam keadaan sehat,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post