SAMPIT – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini terus terjadi peningkatan. Tercatat, terdapat 441 orang terjangkit DBD, sebagian besar didominasi oleh anak-anak dan remaja.
“Dari Januari sampai sekarang ada 441 orang yang terkena DBD. Rata-rata penderita anak SD dan SMP,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Jumat 17 November 2023.
Disebutkannya, peningkatan kasus DBD terjadi sejak Oktober 2023 lalu. Jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya, pada Januari 2023 teradapat 7 orang, Februari ada 5 orang, Maret ada 14 orang, April 19 orang, Mei ada 40 orang, Juni ada 53 orang, Juli ada 57 orang, Agustus ada 40 orang, September ada 67 orang, Oktober ada 123 orang.
Sementara pada pertengahan November ini telah ada 15 orang yang terjangkit. Hal ini pun telah menjadi perhatian serius pihaknya.
“78,6 persen mereka yang terkana DBD dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) dan Baamang. Kami mengambil langkah, berkoordinasi dengan Camatnya dan memanggil semua RT yang ada di kecamatan itu untuk berikan penyuluha terkait dengan demam berdarah. Kami berharap ada partisipasi dari para RT tersebut kerja bakti membersihkan lingkungan,” sebutnya.
Lebih lanjut Umar tak memungkiri, jika perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan membuat populasi nyamuk meningkat sehingga kerap terjadi peningkatan kasus DBD.
Menurutnya, pencegahan DBD paling efektif dengan 3 M yaitu Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.
“Kalau fogging (pengasapan,red) tidak efektif mencegah DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tak bisa membunuh jentik. Makanya kita akan lebih fokus pada pemberantasan sarang nyamuknya,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post