SAMPIT – Pelayanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD dr Murjani Sampit terus mengalami peningkatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu kini telah mengoperasikan seluruh mesin hemodialisa yang tersedia guna menunjang kebutuhan pasien gagal ginjal.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, dr. Candra E menyampaikan, pengoperasian alat dilakukan bertahap antara sesi pagi dan siang agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Alhamdulillah sudah mulai beroperasi. Untuk mesin hemodialisa sebenarnya total ada 21 unit, namun yang digunakan untuk pelayanan aktif sebanyak 20 alat,” katanya, Kamis 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada layanan pagi rumah sakit mengoperasikan sekitar 18 mesin untuk pasien. Setelah sesi pagi selesai, sebagian alat kembali digunakan pada layanan siang sehingga jumlah penggunaan alat dalam sehari bisa mencapai hampir 30 kali pelayanan.
Menurutnya, skema tersebut dilakukan agar kebutuhan pasien yang terus meningkat tetap dapat terakomodasi meski pelayanan siang belum berjalan penuh seperti sesi pagi.
“Jadi alat tetap running 20 unit, hanya pembagian pelayanan pasiennya dilakukan pagi dan siang,” jelasnya.
dr. Candra mengakui, optimalisasi layanan siang masih terkendala keterbatasan tenaga perawat. Karena itu, pihak rumah sakit terus berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia agar seluruh alat dapat digunakan maksimal pada dua sesi pelayanan.
“Kenapa siang belum 18 alat juga, karena jumlah perawat kita masih kurang untuk pelayanan siang. Tapi ke depan akan terus kami penuhi agar seluruh alat bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.
Dengan beroperasinya seluruh mesin hemodialisa tersebut, RSUD dr Murjani berharap kapasitas pelayanan pasien gagal ginjal di Kotim dapat semakin meningkat dan waktu tunggu pasien untuk mendapatkan layanan cuci darah menjadi lebih cepat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post