SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, melepas secara resmi kontingen untuk mengikuti Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) XIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Sukamara. Dirinya berharap, para peserta tersebut dapat meraih juara umum.
“Pada hari ini saya melepas peserta pekan daerah petani nelayan andalan Kotim menuju arena pekan daerah petani nelayan ke XIII tingkat provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023 ” katanya, Jumat 17 November 2023.
Pelepasan itu dilakukan di rumah jabatannya di Jalan Ahmad Yani Sampit. Dijelaskannya, pekan daerah petani nelayan andalan merupakan forum pertemuan para kontak tani nelayan sebagai media konsolidasi komunikasi dan informasi kontak tani dengan pemerintah dan seluruh stakeholder.
Melalui kegiatan pekan daerah petani nelayan ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai sarana konsolidasi organisasi ktna di tingkat Kabupaten Kotim dan sebagai sarana membangun komunikasi organisasi KTNA dengan seluruh stakeholder. Kemudian sebagai sarana transfer informasi, teknologi, fasilitasi kemitraan dan jejaring agribisnis pada kontak tani.
“Belum lama ini Kalteng pada pekan nasional di Kota Padang mendapatkan predikat sebagai juara umum dimana sebagian besar peserta lomba berasal dari Kabupaten Kotim,” ujarnya.
Lebih lanjut Halikinnor mengatakan, jika melihat itu maka tidak menutup kemungkinan peserta dari Kotim mampu meraih juara umum pula di Peda KTNA ke XIII Kabupaten Sukamara. Pasalnya jika bicara tentang Petani Nelayan Andalan petani nelayan andalan Kotim dipandang memiliki banyak kelebihan dari daerah yang lain lantaran mampu membawa nama Kalteng ke tingkat nasional.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan kepada para peserta yang mengikuti peda ktna di Desa Sedawak Kabupaten Sukamara itu agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehingga apa yang diperoleh dalam kegiatan itu baik pengetahuan maupun keterampilan termasuk akses kerjasama bisnis dapat meningkatkan percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas di Kabupaten Kotim.
“Pada akhirnya diharapkan itu dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Melalui Peda Petani Nelayan ini juga dapat menjadi ajang pelajaran untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan nelayan di Kotim. Dengan berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh, kami harapkan dapat diterapkan dan dikembangkan serta ditularkan kepada petani dan nelayan yang lain, terutama bagi mereka yang belum sempat mengikuti kegiatan ini jadi peserta harus melakukan ATM yaitu amati tiru dan modifikasi dengan benar,” harapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post