SAMPIT – Sebuah peristiwa dramatis terjadi di perkebunan kelapa sawit di PT Sinar Citra Cemerlang (SCC), Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), di mana diduga seorang anggota Polri menjadi korban penganiayaan oleh komplotan pencuri buah kelapa sawit, pada Jum’at, 6 Oktober 2023, sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut bermula ketika seorang anggota polri yang belum diketahui identitasnya, sedang melakukan patroli di perusahaan tersebut. Saat patroli, korban melihat adanya sekelompok orang yang diduga sebagai komplotan pencuri di perkebunan tersebut. Tanpa ragu, korban mendekati komplotan tersebut, namun sayangnya, ia langsung dianiaya oleh sekitar lima orang yang diduga merupakan komplotan pencuri sawit.
Dalam situasi yang mencekam tersebut, senjata milik korban bahkan hendak dirampas oleh komplotan pencuri, namun korban dengan segenap tenaga berhasil mempertahankannya dan menyelamatkan dirinya. Walau demikian, korban diduga mengalami pukulan dari komplotan pencuri tersebut, meskipun detail luka-luka yang dialami korban belum dapat dipastikan dengan pasti.
Camat Cempaga, Adi Chandra, saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, ia membenarkan hal itu berdasarkan informasi sesuai dengan laporan yang diterimanya dari Kades Rubung Buyung. Namun hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai jumlah pelaku yang terlibat dalam penganiayaan ini, dan pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Nah info dari kades seperti itu tapi situasi kondusif saja. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Sementara itu juga, Wadanyon Batalyon B Sat Brimob, AKP Waris, juga membenarkan informasi tersebut, namun ia enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai aksi penganiayaan terhadap anggota Polri ini. Saat ini, anggota Brimob tengah di lapangan untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut, dan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah penyelidikan selesai.
“Benar. Saat ini kami menerjunkan anggota kami untuk menyelidiki kasus tersebut. Kalau memang benar. Nanti akan kami sampaikan. Saat ini, kami bersama anggota masih di lapangan,” ujarnya.
Peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, dan pihak kepolisian serta berbagai pihak berwenang sedang berupaya untuk mengungkap kebenaran peristiwa ini dan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.
(gus/matakalteng.com)






















Discussion about this post