BUNTOK – Diduga penyakitnya kambuh, mantan pasien RSJ Kalawa Atei yang kini bekerja di PT IMT, Desa Mangaris, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mengamuk dan menyerang para karyawan dengan menggunakan senjata tajam, Sabtu, 14 Januari 2023, sekira pukul 06.30 WIB.
Kronologisnya, saat R bekerja, tiba-tiba dia mengamuk dan menyerang karyawan lain hingga beberapa diantaranya mengalami luka bacok. “Saat itu saya dari kamar mandi di mess perusahaan, namun langsung dibacoknya menggunakan parang. Tadi malam sebelum kejadian kami ngopi bareng, dia masih normal. Namun pagi dia membacok saya, beruntung sempat lari sehingga hanya mengenai tangan. Ada korban lainnya yang juga karyawan, yakni A dan Z,” ucap N, salah satu korban.
Setelahnya, kejadian ini pun dilaporkan ke aparat kepolisian yang sedang bertugas di perusahaan tersebut yang selanjutnya diinformasikan ke unit SPKT. Kanit SPKT berinisial A beserta anggota polisi lainnya datang ke lokasi.
Kanit SPKT mencoba membujuk, tak disangka, R kembali mengamuk dan mengayunkan parangnya hingga mengenai leher anggota Korps Bhayangkara ini. Melihat kejadian itu, anggota polisi lainnya pun langsung mengambil tindakan yang terukur dan terarah hingga R dapat diamankan.
Kapolres Barsel AKBP Yusfandi Usman melalui Kapolsek Dusun Selatan Iptu Tonie mengatakan, R merupakan warga Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Pria berusia 40 tahun tersebut dulunya pada tahun 2020 pernah dirawat. Namun setelah mendapatkan pengobatan, ia dinyatakan sehat dan sembuh.
“Kami masih menyelidiki motif pelaku melakukan pembacokan. Ini menjadi evaluasi kami dalam hal penanganan pelaku diduga ODGJ. Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kami untuk kedepan, dalam hal melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan senjata tajam apalagi senjata api,” tegas dia.
Ia meminta kepada masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa, pihaknya pun terus melakukan patroli untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post