KUALA PEMBUANG – Sejak bulan April lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan gencar mewacanakan akan melakukan sidak atau operasi pasar guna menanggulangi melonjaknya harga sembako di Pasar Sayur dan Ikan (Saik) Kuala Pembuang, yang menjadi keluhan utama masyarakat.
Alih-alih mewacanakan sidak atau operasi pasar, Pemkab Seruyan sampai hari ini tak kunjung melakukan wacana tersebut. Hal ini tentu saja membuat warga Kuala Pembuang, terutama warga yang menggantungkan roda perekonomian mereka dari perdagangan geram sekaligus hanya bisa mengelus dada.
Salah seorang pedagang daging ayam, Maryamah (42) mengaku bahwa keadaan sekarang membuatnya pusing tujuh keliling. Betapa tidak, meskipun harga ayam sedikit mengalami lonjakan lapaknya tetap sepi pembeli. Berbeda de sepi phdjeg_cbs='ads_shor="Previous">.s_random":"","ads_imag""," Rehdjeg_chW"postps="jeata-utfa ).oC (Covid-19)Seruyan “Saikit mengga y. Berbedaost_wr de sepiungkan hdjeg_cbs='ads_s, namuipunid/t>

