Jenazah PMI Wahyu Gianto Akan Disambut Pemerintah Lamandau

NANGA BULIK – Jenazah almarhum Wahyu Gianto (25), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lamandau yang meninggal dunia di Rumah Sakit Danwon, Ansan Korea Selatan pada tanggal 2 Mei 2020 lalu, direncanakan akan tiba di Lamandau pada hari ini, Sabtu 9 Mei 2020.

Disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Marinus Apau saat dikonfirmasi, Sabtu 9 Mei 2020 siang mengatakan bahwa jenazah almarhum Wahyu Gianto akan tiba di rumah duka yang beralamat di Desa Jangkar Prima, Kecamatan Sematu Jaya.

Baca juga berita lainnya

“Kita turut berduka cita atas berpulangnya TKI kita. Semoga keluarga dapat tabah menerima musibah ini, untuk jenazah almarhum kira-kira jam 20.00 WIB malam tiba di Desa Jangkar Prima,” ungkapnya.

Informasi yang diterima, lanjut Apau, pagi tadi jenazah almarhum tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan di terima oleh Kepala Nakertrans Provinsi dan Pejabat BP2MI dari Banjarbaru, maka rencana jenazah PMI asal Lamandau akan diterima oleh pemerintah daerah Kabupaten Lamandau.

“Iya, minimal kami dari dinas Nakertran Lamandau akan menerima kedatangan jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, saya juga sudah mengunjungi rumah almarhum dan bertemu keluarga untuk mempersiapkan penyambutan dan protokoler pemakamannya,” jelas Apau.

Pada kesempatan ini, lanjut Apau, Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Nakertrans Lamandau mengucapkan terima kasih kepada KBRI di Korsel bekerjasama dengan Pemerintah Korea, yang dengan sigap memenuhi permintaan keluarga (istri) untuk memulangkan jenazah suaminya.

“Kita juga berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya pihak yang berkepentingan yaitu perusahaan almarhum bekerja untuk segera memenuhi semua kewajiban mereka misalnya upah, asuransi dan hak-hak lainnya,” harapnya.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, Selain ucapan berduka cita yang sedalam-dalamnya, kita juga sampaikan agar tetap semangat seperti semangat almarhum dalam berjuang mencaribpenghidupan  sampai bekerja ke luar negeri,” kata Marinus Apau.

(btg/matakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner
udiv View All Restio:

uli 2026udiv>="htth/kotawaringin-ttwitlas0" data-adapt-conetaruet='assank' uli 2026u class="jeg_ da-seco secoitwitlasm>u vg xmlnswaring-small-w3.orgrta00/svg4,R0lGODlhAem" viewBox="0 0 512 512lassath catM389.2 48hta-6L305.6 224.2 487 464H345L233.7 318.6 106.5 464H35.8Lta0.7 275.5 26.8 48H172.4L272.9 180.9 389.2 48zM364.4 421.8h39.1L151.1 88h-42L364.4 421.8z""> jeg_preliv>="htth/kotawaringin-tall-instagram0" data-adapt-coinetaruet='assank' uli 2026uliv>="htth/kotawaringin-tall-youtube0" dachaligl/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQnetaruet='assank' uli 2026="htth/kotawaringin-tt.meata-adapt-co" d"'taruet='assank' uli 2026udiv>="htter">MATA KALTENGrpt">br> PROUDLY POWERED BYrah/>om/d="Tekno Hivi="p"m/kotawaringin-timurteknohivi="p"0" d/">TEKNO HOLISTIK="ht"j trong>"jeg_jeg_block_navigation">