PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Bank Indonesia (Kanwil-BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) sejak akhir Juli hingga September tahun 2019 terutama di Kota Palangka Raya menyebabkan aktivitas perekonomian terganggu.
Dimana selain menimbulkan kabut asap menjadikan kualitas udara tidak sehat hingga berkurangnya jam kerja Aperatur Sipil Negara (ASN), aktivitas lalu lintas masyarakat dan aktivitas jual beli serta mengakibatkan aktivitas penerbangan mengalami keterlambatan.
“Dampak kabut asap yang begitu tebal, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut pada 15 sampai dengan 17 September lalu nyaris terhenti. Dimana dari 24 penerbangan hanya terdapat 2 hingga 4 penerbangan dari dan ke Palangka Raya,” kata Kepala BI Kalteng Rihando kepada awak media Sabtu 6 Oktober 2019.
Akibatnya, lanjut Rihando informasi yang didapat dari Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut ini, menyebabkan pengalihan penerbangan melalui Bandara di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Selain itu kinerja sektor ekonomi utama di Kalteng juga berdampak terhadap produksi dan aktivitas pekerja, meskipun relative terbatas.
Dimana sektor pertanian tanaman perkebunan yang di dapat dari sejumlah pelaku usaha kelapa sawit, karhutla menyebabkan perusahaan harus mengalihkan sejumlah SDM-nya untuk memadamkan titik api disekitar kawasan perkebunan.
“Hal itu dilakukan agar api yang menyala disekitar area perkebunan tidak masuk kebun milik perusahaan. Selain itu, hari kerja pegawainya pun mengalami penurunan lantaran terpapar asap akibat karhutla. Akibatnya buah yang matang terlambat untuk dipanen mengakibatkan turunnya tonase produksi,” ujar dia.
(ru/matakalteng)
















Discussion about this post