SUKAMARA – Jembatan Jelai saat ini menjadi tempat tongkrongan baru bagi kawula muda di Kabupaten Sukamara. Lokasi tersebut menjadi wadah berinteraksi, bersantai sambil menikmati kopi dan jajanan yang dijajakan oleh pedagang kopi keliling atau kopling.
Jembatan Jelai dibangun untuk menjadi akses penghubung wilayah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), memang telah rampung pembangunannya, namun sampai saat ini belum dapat difungsikan sebagai jalur transportasi.
Akan tetapi, saat ini fungsi jembatan berubah menjadi tempat nongkrong dan tempat ngopi kaum muda lantaran hingga saat ini masih belum difungsikan.
“Ada kopling yang setiap sore selalu ramai anak muda yang santai di jembatan sambil minum kopi,” kata Ahmad Fuad, salah seorang pemuda yang ikut nongkrong di Jembatan Jelai, Selasa, 27 Februari 2024.
Diceritakan, bahwa setiap hari puluhan anak muda berkumpul hanya untuk nongkrong sambil swafoto dari atas jembatan, selain itu pedagang keliling juga banyak yang mencari peruntungan dengan mangkal di jembatan.
“Banyak pedagang yang ada di sini selain pedagang kopi pedagang pentol juga banyak, jadi cukup ramai kau sore hari, apalagi saat cuacanya cerah,” ujarnya.
Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sukamara terus melakukan berbagai upaya komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar maupun Pemkab Ketapang terkait akses badan jalan kearah jembatan di wilayah Kalbar yang belum tersambung.
“Kalau jembatannya tersambung bakal lebih ramai lagi Sukamara,” tukas Pemuda berkacamata itu.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post