SAMPIT – Kenaikan harga kebutuhan pokok (Bapok) tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga bagi BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Naiknya harga bapok membuat BPBD kesulitan dalam perencanaan bantuan logistik untuk korban banjir di wilayah itu.
“Bantuan saat ini menggunakan stok logistik yang ada, namun sekarang kondisinya terbatas. Kemudian dipicu juga dengan kenaikan harga beras yang cukup tinggi,” kata Kepala BPBD Kotim, Multazam K Anwar, Selasa, 27 Februari 2024.
Belum lama ini, ada 22 desa dari 6 kecamatan yang terendam banjir. Namun saat ini tinggal tiga desa yang belum surut, yaitu Desa Hanjalipan, Tenang dan Bejarau.
Sejumlah bantuan logistik bahan pangan, seperti beras, mie instan dan lainnya disalurkan. Logistik itu menggunakan stok logistik yang ada di BPBD. Namun saat ini logistik itu mulai terbatas dan bencana banjir masih berlanjut di tiga desa itu.
Lebih lanjut Multazam mengakui, saat ini pihaknya kesulitan dalam perencanaan bantuan logistik karena harga bapok naik, salah satunya beras. Sementara, beras merupakan kebutuhan pangan paling utama untuk bantuan korban bencana.
“Ini menyulitkan kami dalam perencanaan. Angka yang tersedia misalnya dengan keadaan di lapangan berbeda jauh. Tapi kita coba menyesuaikan, masih bisa kita bantu dengan logistik yang lama,” tuturnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post