KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui seluruh jajaran terkaitnya terus berupaya dalam rangka menggali sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di wilayah setempat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Seruyan Sugian Noor saat agenda Rapat Koordinasi dan Evaluasi PAD Seruyan Tahun Anggaran 2024 dan Rapat Peninjauan Tarif Retribusi Daerah serta
Sosialisasi Aplikasi Smart Tax di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Seruyan, kemarin.
Ia mengungkapkan, bahwa PAD yang merupakan gambaran potensi keuangan daerah pada umumnya mengandalkan unsur pajak daerah dan retribusi daerah.
“Sementara kita menyadari bahwa sektor pajak daerah dan retribusi daerah belum dapat menjadi penyumbang terbesar dalam pendapatan daerah. Akan tetapi, menggali potensi dan merealisasikan PAD yang telah ditargetkan dalam APBD selalu terus kita upayakan dengan maksimal oleh Bapenda bersama OPD teknis yang ada di Kabupaten Seruyan,” katanya di Kuala Pembuang.
Dijelaskan, bahwa rapat koordinasi seperti ini sangat penting untuk dilakukan pembahasan dengan OPD terkait, karena dapat menjadi media untuk berdiskusi dan mengetahui pelaksanaan serta berbagai upaya optimalisasi PAD. “Khususnya penggalian potensi, berbagai upaya, strategi, kendala pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah maupun potensi dari sumber penerimaan yang lain dapat tercapai,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan terkait
Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang masih belum selesai sepenuhnya untuk dapat diselesaikan sebelum batas akhir. “Karena regulasi tersebut menjadi dasar kita melakukan pemungutan pajak maupun retribusi daerah pada tahun 2025 mendatang,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bapenda seruyan yang telah menerapkan elektronifikasi pada proses penerimaan pembayaran pajak daerah dan retribusi daerah.
Di mana berdasarkan hasil survey IETPD semester 1 tahun 2024, Kabupaten Seruyan telah mencapai 85,7 persen, meningkat sebesar 7,6 perseb dibanding tahun 2023. Pencapaian ini menempatkan Pemerintah Daerah Seruyan masuk dalam kategori Pemda Digital dan menempati peringkat 10 untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Bapenda Seruyan juga telah menyediakan kanal pembayaran pajak daerah melalui Mobile Banking dan QRIS. Langkah ini diharapkan dapat diterapkan juga pada seluruh OPD pendapatan, dengan terlebih dulu mengusulkan penggunaan kanal pembayaran QRIS ke Bapenda Seruyan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan prosentasi capaian IETPD pada tahun 2025 mendatang,” harapnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post