PALANGKA RAYA – Sudah hampir satu bulan Sekolah Rakyat hadir sebagai inisiatif pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Cantik Palangka Raya. Sekolah ini tidak hanya memberikan akses belajar tanpa biaya, tetapi juga menyediakan asrama, kebutuhan pokok, dan makan tiga kali sehari bagi para peserta didik.
Program ini menjadi penyelamat bagi anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah atau putus sekolah. Sejauh ini, proses belajar mengajar berjalan lancar tanpa keluhan berarti, meski kadang masih ditemukan kendala seperti pertengkaran kecil di antara siswa dan adanya dua anak istimewa dari total 75 siswa yang membutuhkan perhatian khusus.
Kepaala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, mengatakan bahwa kini anak-anak mulai beradaptasi dan belajar hidup berdampingan.
“Awalnya mereka sering melapor kalau ada luka kecil, tapi sekarang mulai bisa saling menenangkan sebelum melapor ke guru. Mereka juga sudah mulai memanggil saya ‘Ma’am’ dan tidak lagi ‘Ibu’,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Dia menambahkan, anak-anak juga diajarkan untuk mandiri, menaati peraturan, dan hidup rukun satu sama lain. Para orang tua diberi kesempatan menjenguk anak-anak mereka setiap akhir pekan agar tetap terjalin kedekatan emosional antara keluarga dan anak.
Meski menghadapi keterbatasan tenaga pengajar, pihak sekolah terus berupaya memenuhi kebutuhan anak-anak. Salah satu guru bahkan berinisiatif mengajarkan mengaji bagi siswa yang beragama Islam karena belum tersedia guru agama khusus.
Agar anak-anak tidak jenuh, pihak sekolah juga menyediakan fasilitas bermain seperti net untuk bulu tangkis dan bola voli.
“Sekarang saja sudah ada beberapa raket yang rusak karena sering dimainkan,” tutur Ranny.
Dia menambahkan, masih ada beberapa siswa yang kesulitan membaca dan menulis, namun para pengajar terus berupaya membantu mereka agar semakin menikmati proses belajar dan kegiatan sehari-hari di asrama.
Jadwal belajar di Sekolah Rakyat dimulai pukul 06.30 hingga 10.25 WIB, dilanjutkan istirahat dan makan siang, kemudian waktu bermain sore hari. Rutinitas ini membuat anak-anak semakin disiplin dan terbiasa dengan lingkungan barunya.
Pada kunjungan orang tua Minggu, 19 Oktober 2025, suasana haru dan bahagia terasa ketika mereka melihat anak-anaknya sehat dan bersemangat. Para orang tua berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut karena telah memberi kesempatan baru bagi anak-anak mereka untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
(rzl/matakalteng)






















Discussion about this post