PALANGKA RAYA – Masalah stunting adalah masalah serius yang masih menjadi perhatian pemerintah, baik ditingkat pusat hingga kabupaten/kota. Menurut Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
“Karena berkaitan dengan banyak linu maka dari itu untuk mengatasi masalah stunting, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai sektor,” ujarnya, Rabu, 28 Februari 2024.
Dia menambahkan, bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan terencana dengan target yang jelas dan hasil yang terukur. Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan dapat dioptimalkan dan diarahkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Dalam hal ini, pendekatan holistik menjadi sangat penting. Pendekatan holistik juga memungkinkan terlibatnya berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
“Penanganan stunting tidak hanya membutuhkan intervensi di bidang kesehatan, tetapi juga memerlukan perhatian pada aspek pendidikan dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Kota Palangka Raya.
Pendekatan yang terukur dan sistematis merupakan kunci dalam mengatasi masalah stunting. Diketahui, sebanyak 37% anak usia 0-59 bulan di Kalimantan Tengah mengalami stunting dan ini adalah masalah yang memerlukan perhatian serius.
“Dengan pendekatan yang terukur dan sistematis, diharapkan masalah stunting di Kota Palangka Raya dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan sehingga kesejahteraan anak-anak Kota Palangka Raya dapat terwujud,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post