NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama stakeholder terkait dan masyarakat, terus bersinergi melaksanakan program dan kegiatan dalam penanganan Stunting. Berkat kerjasama dan sinergitas semua pihak, prevalensi Stunting Kabupaten Lamandau menjadi yang terendah di Kalimantan Tengah, yakni 23,2 persen.
Hal itu seperti yang dikatakan Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, saat membuka kegiatan Lokakarya Mini Stunting sekaligus pencanangan dan komitmen bersama Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Tingkat Kabupaten Lamandau di Aula BPKPD setempat, Kamis 15 Desember 2022.
“Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi Stunting Kabupaten Lamandau mencapai 23,2% , angka ini menjadi yang terendah dari 14 Kabupaten/Kota se- Kalteng,” ungkap Bupati Hendra Lesmana.
Dikatakan Bupati Lamandau, bahwa capaian tersebut tidak lantas membuat pihaknya berpuas diri, namun akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja Pemkab Lamandau dan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan prevelensi Stunting sesuai target yang telah ditentukan.
“Kita ketahui, bahwa standar dari Badan Kesehatan Dunia WHO, batas Prevalensi Stunting di suatu negara yakni 20%, dan target penurunan angka Stunting secara Nasional di tahun 2024 adalah 14%, sementara di Kalteng 15,38%, dan target Kita Kabupaten Lamandau 12,74%,” sebutnya.
Bupati menegaskan, dengan kerja keras bersama semua pihak maka target tersebut bukan menjadi hal yang mustahil. “Hal ini dibuktikan berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Agustus 2022, bahwa Prevalensi Stunting Kabupaten Lamandau sebesar 13,6%,” ujarnya.
Ditambahkan Bupati, sebagai terobosan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamandau dibentuk Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) tingkat Kabupaten Lamandau.
“BAAS ini ditujukan untuk membantu anak-anak asuh yang terkena stunting dan berasal dari keluarga yang tidak mampu dengan memberikan dana yang digunakan untuk membuat makanan sehat dengan gizi seimbang dibantu oleh TP PKK kabupaten, kecamatan, dan desa,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh stakeholder, untuk turut memberikan dukungan melalui aksi program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Lamandau.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post