NANGA BULIK – Dalam tiga hari terakhir, hampir seluruh wilayah Kabupaten Lamandau diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan membuat Tinggi Muka Air (TMA) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau naik.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah berbukit agar selalu waspada terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor.
“Beberapa hari belakangan ini hujannya cukup deras. Sehingga selain banjir juga berpotensi menyebabkan terjadinya tanah longsor. Karenanya kepada masyarakat khususnya di bantaran sungai dan daerah berbukit diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ungkap Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, Selasa, 24 Agustus 2021.
Dirinya menambahkan, menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam beberapa hari kedepan untuk wilayah Kabupaten Lamandau masih berpotensi terjadi hujan.
“Selalu waspada terhadap kemungkinan bencana, baik itu banjir ataupun tanah longsor, jika ada daerah atau wilayah yang terendam banjir, segera laporkan, baik kepada Kades/Lurah, Camat atau langsung ke Posko Induk yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamandau, Edison Dewel, mengatakan, sudah ada beberapa laporan yang masuk kaitan dengan kondisi terkini sejumlah desa yang masuk kategori rawan banjir.
“Ada (laporan masuk), tim kita sedang turun le lokasi untuk melihat kondisi lapangan sekaligus melakukan pendataan. Sementara, meski tidak semuanya beberapa titik jalan di desa sudah ada yang terendam, seperti jalan dan jembatan Sei Liku,” ungkapnya.
Diketahui, berdasarkan alat ukur yang terpasang di Dermaga Batu Bisa kota Nanga Bulik, TMA DAS Lamandau sudah mencapai 600 cm lebih. Kondisi tersebut sudah masuk status siaga.
(Btg/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post