Liputan Khusus Wartawan matakalteng.com: Bintang***
NANGA BULIK – Setiap orang mempunyai kegemaran yang berbeda-beda dalam hidupnya, sebagian orang ada yang hobi berolahraga, traveling, atau yang lainnya. Berbeda dengan Ujang Immanudin (44) salah satu sosok yang tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Lamandau, juga memiliki kegemaran mengoleksi uang kuno, dengan penyebutan yakni Numismatik.
Saat dijumpai matakalteng.com di kediamannya Jl. Antasari RT 04 C Nanga Bulik, pria yang merupakan politikus partai Nasdem ini menceritakan awal mula dirinya memiliki uang kuno hingga mengoleksi ratusan barang antik yang sulit diperoleh di jaman sekarang.
“Hobi ini tertular dari Almarhum kakek saya yang juga mempunyai kegemaran menyimpan uang-uang yang sudah tidak berlaku pada masa itu. Sejak tahun 1996, saat saya masih sekolah, saya selalu menyisihkan uang saku untuk membeli uang-uang kuno dari teman dan tetangga,” ungkap ujang, mengawali ceritanya.

“Sejak saat itu hingga saat ini, kira-kira 20 tahun sudah saya mengumpulkan uang kuno baik logam maupun uang kertas, saat saya berkunjung ke desa-desa atau keluar kota, saya selalu menyempatkan diri untuk berburu benda ini,” sambungnya.
Dirinya menambahkan hingga saat ini tidak mampu lagi menghitung jumlah uang kuno koleksinya. Hebatnya, alat tukar barang berbentuk logam di jaman kerajaan hingga uang kertas dimasa sebelum kemerdekaanpun ada.
“Uang-uang ini saya dapatkan dengan harga bervariasi, untuk uang logam dari harga dua ratus ribu hingga Lima ratus ribu rupiah, sedangkan uang kertas dari harga 50 ribu hingga lima ratus ribu pun ada, tergantung tahun pembuatan dan keunikannya,” jelasnya.

Ujang mengatakan, selain membeli dari orang lain, dirinya juga melayani penjualan apabila ada orang yang membutuhkan uang kuno. “Biasanya orang mencari untuk koleksi,mahar pernikahan dan keperluan lainnya. Kalau memang harganya cocok ya saya persilakan orang membelinya, karena koleksi saya sangat banyak,” ucapnya.
Pria yang saat ini menjabat sekretaris DPC Partai Nasdem Kabupaten Lamandau ini membeberkan bahwa hobinya mengoleksi uang kuno ini selain membutuhkan dana yang besar juga tidak mudah untuk mendapatkannya, dirinya berharap para generasi muda agar mau mempelajari sejarah dari berbagai hal, salah satunya dengan mengenal barang-barang kuno seperti halnya alat tukar atau uang.
“Selain uang, saya juga mengoleksi barang-barang antik seperti mangkok, guci, piring, botol kuno hingga batu-batuan, namun jumlahnya tidak sebanyak uang kuno, dengan mengoleksi ini saya bisa mengetahui dan belajar tentang sejarah Nusantara,” tukasnya.
















Discussion about this post