SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memperkuat transformasi Posyandu menjadi pusat layanan masyarakat berbasis siklus hidup. Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Penggerakan Masyarakat Gerakan Posyandu Aktif Tingkat Kabupaten Kotim Tahun 2026 di Posyandu Siklus Hidup Desa Bangkuang Makmur.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor mengatakan, Posyandu kini tidak hanya difokuskan untuk pelayanan ibu dan balita, tetapi diarahkan menjadi pusat pelayanan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia masyarakat.
“Transformasi Posyandu ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Jadi bukan hanya untuk balita, tetapi mulai dari ibu hamil, remaja, usia produktif hingga lansia juga mendapatkan pelayanan,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.
Melalui tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, pemerintah mendorong Posyandu agar mampu menjadi garda terdepan pelayanan dasar hingga tingkat desa.
Konsep Posyandu siklus hidup yang diterapkan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memperluas fungsi Posyandu sebagai ruang pelayanan sosial masyarakat secara terpadu. Dalam pelaksanaannya, berbagai unsur lintas sektor juga dilibatkan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Khairiah menilai keberhasilan transformasi Posyandu tidak terlepas dari peran kader yang selama ini aktif mendampingi masyarakat di lingkungan masing-masing. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di desa maupun kelurahan.
“Kader Posyandu memiliki peran penting karena mereka yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Dedikasi mereka sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Desa Bangkuang Makmur juga ditetapkan sebagai Desa Lokus Global Fund Tahun 2026. Penetapan itu diharapkan mampu menjadi motivasi bagi desa lain dalam mengembangkan Posyandu aktif yang terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Posyandu ke depan harus mampu berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang nyaman, inklusif dan mudah diakses seluruh lapisan warga.
“Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang aktif, nyaman, inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi pelayanan publik,” tandasnya.
Pemerintah daerah berharap gerakan Posyandu aktif tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini pada setiap tahapan usia.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post