SAMPIT – Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah terus didorong melalui berbagai forum nasional, salah satunya lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Nasional yang digelar oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA), yang diikuti Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati.
“Forum ini sangat penting karena membahas langsung reformulasi kedudukan wakil kepala daerah dalam revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Ini menjadi ruang strategis untuk memastikan pembagian peran antara kepala daerah dan wakil kepala daerah semakin jelas dan berimbang,” ujar Irawati saat mengikuti agenda hari kedua kegiatan tersebut, Rabu 29 April 2026.
Dalam kegiatan itu, salah satu materi utama disampaikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen OTDA) yang menyoroti pentingnya penguatan posisi wakil kepala daerah agar tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan memiliki fungsi strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Secara umum, dalam praktik pemerintahan daerah selama ini, peran wakil kepala daerah kerap kali belum optimal akibat belum tegasnya pembagian kewenangan. Revisi regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi di tingkat daerah.
“Melalui diskusi ini, kami mendapatkan banyak perspektif baru, terutama bagaimana menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan produktif antara kepala daerah dan wakilnya. Ini penting untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal,” jelasnya.
Forum yang mengusung tema mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi wakil kepala daerah se-Indonesia ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar daerah. Berbagai praktik baik (best practice) dalam pengelolaan pemerintahan dipertukarkan guna memperkuat kapasitas kepemimpinan di daerah.
Irawati menilai, sinergi lintas daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga tata kelola birokrasi yang adaptif.
“Komitmen kami jelas, hasil dari forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi akan kami bawa pulang untuk diimplementasikan di Kotim demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai lokal. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam filosofi daerah harus menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Dengan adanya penguatan regulasi serta sinergi yang terus dibangun antarwakil kepala daerah di seluruh Indonesia, diharapkan lahir kepemimpinan daerah yang lebih efektif, seimbang, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kotim pun optimistis, melalui partisipasi aktif dalam forum nasional seperti ini, arah pembangunan daerah akan semakin terukur dan mampu menjawab tantangan ke depan secara lebih komprehensif,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post