SAMPIT – Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Wim RK Benung menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme pelajar yang mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik sehingga mampu melahirkan pengibar bendera terbaik yang nantinya bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang terpilih mengikuti seleksi calon Paskibraka tahun 2026. Semoga ananda semua sukses mengikuti seleksi ini dengan baik dan nantinya bisa menjadi utusan Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Wim RK Benung, Senin 30 Maret 2026.
Ia mengatakan, proses seleksi Paskibraka merupakan tahapan penting untuk menemukan generasi muda yang memiliki kedisiplinan, semangat nasionalisme, serta mental yang kuat.
Menurutnya, untuk menjadi seorang Paskibraka tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga ketekunan, semangat juang serta kerja keras yang tinggi dari para peserta.
“Setiap peserta harus mempersiapkan diri secara maksimal karena proses seleksi yang dijalani tidaklah mudah. Setiap tahapan membutuhkan pengorbanan, semangat, serta kesungguhan agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan tim seleksi,”ucapnya.
Ia juga berpesan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim bersama panitia pelaksana agar menjalankan proses seleksi secara objektif, adil, dan profesional.
Hal ini penting agar para peserta yang terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik daerah yang mampu membawa nama baik Kotim di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berpesan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotawaringin Timur dan seluruh panitia agar betul-betul selektif serta adil dalam menyeleksi calon Paskibraka, sehingga nantinya mereka yang terpilih dapat menjadi wakil di tingkat provinsi maupun nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Kotawaringin Timur yang sama-sama kita cintai ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap para pelajar di Bumi Habaring Hurung dapat menjadi generasi yang mampu memperkuat persatuan bangsa, menjaga persaudaraan, serta mempererat kekompakan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai kader bangsa di masa depan.
“Besar harapan kami kepada anak-anak di Bumi Habaring Hurung ini agar bisa menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa, mempertahankan persaudaraan dan kekompakan ketika kalian semua melangkah ke depan menapaki perjalanan sebagai kader bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wim juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya berprestasi selama proses seleksi, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitar. Ia berharap para calon Paskibraka dapat menjadi teladan baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Kami berpesan kepada seluruh calon Paskibraka agar mampu memberikan pengaruh positif, baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing maupun dalam pergaulan di masyarakat,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, serta pihak sekolah yang telah memberikan dukungan dan membimbing para peserta dalam mengikuti seleksi tersebut. Menurutnya, peran para guru dan pelatih sangat penting dalam membentuk karakter disiplin dan semangat kebangsaan para siswa.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina, pembimbing, dan pelatih yang telah membimbing putra-putri terbaik ini. Kepada pihak sekolah juga kami sampaikan terima kasih atas dukungan kepada seluruh peserta, semoga mereka dapat menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, ia mengungkapkan bahwa animo pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka tahun ini tergolong sangat tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 253 pelajar dari berbagai SMA di Kotim yang mendaftar untuk mengikuti seleksi.
Dari jumlah tersebut, nantinya hanya 75 orang yang akan terpilih sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026. Meski demikian, tingginya minat pelajar untuk mengikuti seleksi ini dinilai sebagai hal yang sangat positif bagi pembinaan generasi muda di daerah tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa ada tiga kecamatan yang tahun ini belum dapat mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti seleksi. Namun hal itu tidak mengurangi semangat dan antusiasme para pelajar dari kecamatan lain yang tetap berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Saya melihat animo keinginan putra-putri kita dari SMA di seluruh Kabupaten Kotawaringin Timur ini sangat luar biasa. Tadi saya mendapat laporan sekitar 253 orang yang mendaftar dan nanti akan terpilih 75 orang menjadi Paskibraka. Memang ada tiga kecamatan yang tidak bisa mengirimkan utusannya, namun hal itu tidak mengurangi antusiasme untuk menjadi Paskibraka tahun 2026,” ungkapnya.
Wim juga mengakui bahwa dalam proses seleksi sering muncul berbagai titipan atau harapan dari pihak tertentu. Namun ia meyakini panitia akan tetap bekerja secara profesional dan mengikuti aturan yang berlaku.
“Saya pernah merasakan saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, memang titipan-titipan itu tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Namun saya yakin dan percaya panitia akan bekerja secara profesional karena ada aturan yang tidak bisa dilanggar dan sebagian proses juga menggunakan aplikasi sehingga nilai tidak bisa direkayasa. Saya yakin hasilnya nanti dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sebagai mantan anggota Paskibraka Indonesia, ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh semangat dan kepercayaan diri. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, serta selalu berdoa agar dapat melewati setiap tahapan dengan baik.
“Saya juga pernah menjadi Paskibraka Indonesia, jadi saya berpesan kepada adik-adik semua agar mengikuti seleksi ini dengan baik, jaga kesehatan, jaga mental dan percaya diri. Jangan lupa berdoa karena semua tahapan cukup berat. Namun dengan kepercayaan diri dan doa, saya yakin semuanya bisa dilewati dan pada akhirnya Tuhan yang akan menentukan siapa yang terbaik,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post