SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Taman Ikon Jelawat sebagai upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat kini berangsur diperbaiki, terutama pada sektor penerangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim, Muslih, mengatakan perbaikan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait banyaknya lampu yang tidak berfungsi.
“Dua hari sebelum Lebaran kami sudah menerima laporan dan langsung turun ke lapangan. Namun saat itu terkendala tenaga teknis pemasangan, sehingga belum bisa langsung diperbaiki. Per tanggal 26 Maret 2026, sebagian besar lampu sudah terpasang dan kawasan kembali terang, meski belum sepenuhnya,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.
Dari total 27 titik lampu yang sebelumnya padam, kini sebanyak 24 titik telah berfungsi normal. Sementara tiga lampu sorot yang mengelilingi patung Jelawat masih dalam proses pengadaan. Selain itu, kerusakan kabel bawah tanah yang sempat mengganggu sistem penerangan juga telah berhasil diperbaiki.
Tidak hanya fokus pada penerangan, pemerintah daerah juga mulai membenahi elemen estetika kawasan, termasuk tulisan “Icon Jelawat” yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan agar tampilan ikon kota tersebut kembali menarik bagi masyarakat dan pengunjung.
Untuk fasilitas air mancur di sekitar patung, Muslih mengakui belum dapat difungsikan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan kerusakan pada pompa yang memerlukan anggaran tambahan untuk perbaikan. Pemeliharaan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Sementara itu, penanganan kebersihan juga menjadi perhatian. Pembersihan rumput liar di bagian patung akan melibatkan petugas pemadam kebakaran karena membutuhkan peralatan khusus. Di sisi lain, keterbatasan jumlah petugas kebersihan membuat penanganan sampah belum maksimal,”bebernya.
Muslih menyebutkan pihaknya akan menambah fasilitas tempat sampah sebagai langkah awal mengatasi persoalan tersebut. “Ke depan, evaluasi juga akan dilakukan untuk kemungkinan penambahan tenaga kebersihan di kawasan itu,”ucapnya.
Ia menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen menjaga Taman Ikon Jelawat sebagai salah satu wajah Kota Sampit. Berbagai inovasi akan terus diupayakan agar kawasan tersebut tetap terawat dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post