SAMPIT – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Yephi Hartady Periyanto menyebutkan pemerintah daerah terus menggencarkan gerakan pasar murah menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar di Jalan A. Yani Sampit dan menjadi agenda rutin pemerintah daerah setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan gerakan pasar murah yang dilaksanakan di Jalan A Yani. Ini merupakan kegiatan dari Dinas Pertanian dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur yang memang sudah menjadi agenda wajib menjelang hari raya, karena fungsinya untuk menjaga kestabilan harga di tingkat masyarakat,” ujar Yephi Hartady Periyanto, Jumat 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, selain kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, dalam waktu bersamaan juga akan digelar pasar murah oleh pihak lain untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Selain yang dilaksanakan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, dalam waktu bersamaan juga akan ada kegiatan pasar murah yang dilaksanakan oleh Polres Kotim di Taman Kota. Kemudian pada hari Minggu nanti juga rencananya akan ada gerakan pasar murah dari Pemerintah Provinsi yang dilaksanakan di Stadion,” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan potensi lonjakan harga yang umumnya terjadi menjelang hari raya.
“Tujuannya tentu agar kita bisa menekan harga sehingga masyarakat bisa membeli barang dengan harga di bawah harga eceran tertinggi. Memang menjelang hari raya biasanya ada potensi kenaikan harga barang, itu sudah pasti ada,” katanya.
Meski demikian, Yephi menyebutkan berdasarkan pemantauan sementara, kenaikan harga beberapa komoditas masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
“Kalau dari informasi yang kami terima, ada beberapa barang yang mengalami kenaikan, tetapi secara persentase dibandingkan harga eceran tertinggi sebenarnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Namun begitu pemerintah tetap harus mengantisipasi ketika ada potensi kenaikan harga atau ketidakstabilan harga di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, selama bulan Ramadan tahun ini pihaknya telah dua kali menggelar gerakan pangan murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
“Selama Ramadan ini kita sudah melaksanakan dua kali kegiatan. Yang pertama dilaksanakan secara serentak di awal puasa, kemudian yang kedua yang kita laksanakan sekarang ini,” ujarnya.
Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa juga kembali digelar setelah Hari Raya Idulfitri apabila kondisi stok barang di pasaran mulai berkurang.
“Kami masih mencoba memperhitungkan lagi apakah setelah lebaran nanti akan dilaksanakan lagi, karena biasanya setelah lebaran stok barang mulai menipis akibat kendala pengiriman dan lain sebagainya. Kalau itu terjadi kemungkinan Dinas Pertanian akan bekerja sama dengan Disperindag untuk kembali melaksanakan gerakan pasar murah,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperluas pelaksanaan pasar murah, termasuk dengan Kantor Pos yang juga berencana menggelar kegiatan serupa.
“Kemarin kami juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Pos yang berencana melaksanakan pasar murah. Kami sebenarnya mengajak mereka untuk bergabung bersama, namun mereka masih mempersiapkan karena anggarannya berasal dari pusat. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman Kantor Pos di Jalan A Yani, kemungkinan sebelum hari raya atau paling lambat awal minggu depan sudah dilaksanakan,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post