SAMPIT – Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, melaporkan kesiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Posko terpadu angkutan Lebaran dijadwalkan beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik melalui jalur laut.
“Pelaksanaan posko angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit berlangsung mulai 13 Maret sampai 30 Maret 2026. Selama periode tersebut kami menyiapkan armada kapal dan dukungan personel guna memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan aman dan lancar,” ujar Gusti Muchlis, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan angkutan laut Lebaran 2026 mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya IR-DJPL 2 Tahun 2026 tentang Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H), IR-DJPL 1 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2026, serta Surat Keputusan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Nomor SK-KSOP.SPT 18 Tahun 2026 tentang pembentukan Pos Koordinasi (Posko) terpadu penyelenggaraan angkutan laut Lebaran.
Menurut Gusti, sejumlah tahapan persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Salah satunya adalah pelaksanaan ramp check atau uji petik pada 2 Februari 2026 terhadap kapal KM Dharma Rucitra VI sebagai bagian dari kesiapan armada angkutan Lebaran.
Selain itu, pihak KSOP juga mengikuti rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026/1447 H melalui pertemuan virtual pada 24 Februari 2026, serta rapat koordinasi dengan para stakeholder di Pelabuhan Sampit menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran.
“Kami juga mengikuti rapat koordinasi angkutan Lebaran di Kementerian Perhubungan pada 4 Maret 2026 serta melaksanakan rapat koordinasi lanjutan bersama stakeholder di Pelabuhan Sampit guna memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat,” jelasnya.
Untuk mendukung layanan angkutan Lebaran, disiapkan lima armada kapal dengan total 12 call pelayaran. Kapal tersebut terdiri dari KM Leuser sebanyak dua call dengan kapasitas 1.438 penumpang, KM Lawit dua call dengan kapasitas 1.484 penumpang. Kemudian, KM Kelimutu satu call dengan kapasitas 1.334 penumpang, KM Kirana III empat call dengan kapasitas 800 penumpang, serta KM Dharma Rucitra VI tiga call dengan kapasitas 600 penumpang.
“Dengan armada tersebut, total kapasitas penumpang yang tersedia selama periode angkutan Lebaran mencapai 12.178 orang,” ungkap Gusti. Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang naik pada 2025 tercatat sebanyak 10.551 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 5.285 orang. Untuk tahun 2026 diproyeksikan terjadi kenaikan penumpang sekitar 10 persen.
“Dengan proyeksi kenaikan tersebut, diperkirakan jumlah penumpang naik mencapai sekitar 11.606 orang dan penumpang turun sekitar 5.813 orang,” katanya. Dia menambahkan, lonjakan penumpang diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan pada 14–15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.
Dalam mendukung operasional posko, disiapkan satu posko terpadu di dalam area Pelabuhan Sampit. Posko ini akan didukung 60 personel internal serta sejumlah instansi eksternal. “Personel yang terlibat antara lain dari Dit Pol Airud Polda Kalimantan Tengah, Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Saka Bahari,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post