SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Waren.
“Dari hasil rapat hari ini kita mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Ada beberapa hal yang kita koordinasikan termasuk kesiapan tim dalam mengamankan perayaan Idulfitri,” ujar Waren usai rapat tersebut, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah turut memperhatikan kondisi infrastruktur jalan, baik jalan kabupaten, jalan provinsi maupun jalan nasional yang menjadi jalur utama pergerakan masyarakat.
“Selain itu kita juga memperhatikan kondisi jalan dan infrastruktur yang ada, baik jalan kabupaten, jalan provinsi maupun jalan nasional, sehingga kelancaran arus mudik bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Waren menambahkan, kesiapan transportasi juga menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Moda transportasi laut, udara dan darat dipastikan siap melayani masyarakat agar tidak terjadi lonjakan penumpang yang berpotensi menimbulkan penelantaran penumpang selama periode mudik maupun arus balik.
“Kita juga melihat kesiapan transportasi laut, udara dan darat, sehingga tidak terjadi lonjakan penumpang yang bisa menelantarkan masyarakat pada saat pelaksanaan mudik, baik H-3 maupun H+3 pada arus balik nanti,” jelasnya.
Selain transportasi, pemerintah daerah juga memantau ketersediaan logistik menjelang Hari Raya. Berdasarkan laporan dari Bulog, stok bahan pangan di Kotim masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Tadi dari Bulog disampaikan bahwa logistik kita masih mampu untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pokok,” ungkap Waren.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyoroti aspek keselamatan masyarakat yang memanfaatkan masa libur Lebaran untuk berwisata. Pengawasan dan pengamanan akan ditingkatkan di sejumlah objek wisata, seperti pantai, kolam renang, maupun destinasi wisata lainnya.
“Ini juga penting karena biasanya saat libur Lebaran masyarakat banyak mengunjungi tempat wisata, baik pantai maupun kolam renang. Karena itu kita ingin memastikan keselamatan dan keamanan mereka tetap terjamin,” tambahnya.
Waren menyebutkan bahwa secara umum kesiapan menghadapi Idulfitri di Kotim berjalan dengan baik. Bahkan pada sektor transportasi laut terjadi penambahan armada untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang selama masa mudik.
“Dari beberapa laporan yang disampaikan tadi semuanya berjalan lancar, karena ada penambahan armada laut juga. Ada tambahan angkutan rute Sampit–Surabaya, Sampit–Semarang, Semarang–Sampit, dan Surabaya–Sampit dari Pelni maupun dari Dharma Lautan Utama,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberi perhatian khusus terhadap potensi kemacetan di sejumlah titik keramaian di Kota Sampit, terutama di kawasan pasar dan pelabuhan yang biasanya dipadati masyarakat menjelang Hari Raya.
“Fokus kita yang pasti adalah keamanan dan kelancaran lalu lintas. Kita juga mengantisipasi potensi kemacetan di Kota Sampit, khususnya di kawasan pasar dan pelabuhan karena biasanya masyarakat akan tumpah ruah berbelanja maupun melakukan perjalanan,” katanya.
Menurut Waren, koordinasi antarinstansi sangat penting agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun penumpang yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.
“Karena itu diperlukan koordinasi yang baik agar tidak terjadi penumpukan yang bisa menyebabkan kemacetan. Semua OPD dan instansi terkait harus saling bekerja sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap melalui koordinasi yang telah dilakukan, seluruh pihak dapat menjalankan tugasnya secara optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post