SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Raihansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengaktifkan sejumlah kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik strategis di Kota Sampit guna memantau kondisi lalu lintas secara langsung.
“CCTV yang sudah mulai diaktifkan oleh Dishub ada di beberapa titik, misalnya di simpang Jalan Pelita–HM Arsyad, simpang HM Arsyad–MT Haryono, dan simpang empat Terminal Patih Rumbih. Secara keseluruhan ada sekitar delapan sampai sepuluh titik yang sudah terpasang,” ujar Raihansyah, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengoperasian kamera pengawas tersebut bertujuan untuk membantu pemerintah daerah memantau kondisi arus lalu lintas secara real time, terutama di kawasan yang kerap mengalami kepadatan kendaraan.
Menurutnya, sebagian CCTV tersebut sebenarnya sudah mulai difungsikan sejak periode pengamanan Natal dan Tahun Baru lalu. Kini pemanfaatannya terus dilanjutkan untuk mendukung pengawasan lalu lintas dalam jangka panjang, termasuk saat menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Pada intinya sekitar delapan titik kamera sudah aktif dan bisa digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Ini bukan hanya untuk mudik Lebaran atau kegiatan tertentu saja, tetapi akan terus berlanjut untuk membantu kami memantau arus kendaraan setiap saat,” jelasnya.
Raihansyah menambahkan, Dishub Kotim juga berupaya menambah titik pemantauan baru agar pengawasan lalu lintas di Kota Sampit semakin optimal. Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi titik pemasangan kamera adalah kawasan Bundaran Polres Sampit.
Namun, rencana tersebut masih terkendala karena perangkat CCTV lama di lokasi tersebut sudah cukup lama mengalami kerusakan dan belum dapat difungsikan kembali.
“Kami masih mencoba memasang kembali di dekat Bundaran Polres, tetapi saat ini belum bisa fungsional karena perangkat yang ada sudah cukup lama rusak,” katanya.
Selain itu, Dishub Kotim juga mempertimbangkan pemasangan kamera pengawas di kawasan Bundaran Bandara H Asan Sampit, khususnya pada jalur yang menjadi akses utama kendaraan masuk ke Kota Sampit dari arah bandara.
Lokasi lain yang juga menjadi perhatian adalah beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Jalan Tjilik Riwut dan wilayah Nur Mentaya, yang merupakan jalur lalu lintas penting di kota tersebut.
Raihansyah menegaskan bahwa penambahan CCTV akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah.
“Dengan semakin banyaknya titik pemantauan, diharapkan pengawasan lalu lintas dapat dilakukan lebih efektif,”ucapnya.
Melalui sistem pemantauan berbasis kamera tersebut, petugas dapat memantau kondisi jalan secara langsung dan mengambil langkah cepat apabila terjadi kepadatan, kecelakaan, atau gangguan lalu lintas lainnya.
“Kehadiran CCTV ini sangat membantu kami dalam memantau arus lalu lintas secara real time sehingga penanganan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post