SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Raihansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka posko pelayanan mudik di Terminal Patih Rumbih mulai H-7 Idulfitri atau pada 13 Maret 2026.
Pembukaan posko tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Untuk posko di Terminal Patih Rumbih sendiri sesuai hasil rapat bersama Polres dan juga petunjuk dari pusat, semua posko dibuka mulai H-7 atau tanggal 13 Maret 2026. Karena kewenangan kami ada di angkutan terminal, maka posko yang menjadi tanggung jawab Dishub berada di Terminal Patih Rumbih,” ujar Raihansyah, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa selain membuka posko di terminal, petugas dari Dishub Kotim juga akan ditempatkan di sejumlah posko lain bersama tim terpadu yang melibatkan berbagai instansi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama periode mudik Lebaran.
Menurutnya, keberadaan posko di Terminal Patih Rumbih sangat penting karena terminal tersebut melayani rute antarkota bahkan hingga ke luar daerah, termasuk perjalanan menuju Pontianak. Karena itu pengawasan terhadap kelancaran pergerakan penumpang akan menjadi perhatian utama.
“Di posko itu nanti fokus kami untuk kelancaran arus mudik maupun arus balik, khususnya di terminal. Terminal Patih Rumbih ini kan melayani perjalanan sampai Pontianak, sehingga yang kami perhatikan adalah kelancaran penumpang, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Selain pelayanan kepada penumpang, Dishub Kotim juga akan melakukan pendataan jumlah penumpang yang berangkat maupun datang melalui terminal tersebut. Data tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi sekaligus perencanaan pengembangan fasilitas terminal di masa mendatang.
“Pendataan penumpang juga menjadi bagian penting di posko. Data inilah yang nantinya menjadi bahan bagi kami untuk melihat kebutuhan pengembangan terminal ke depan,” katanya.
Raihansyah menambahkan bahwa pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check juga akan terus dilakukan selama masa angkutan Lebaran. Pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan sekali, melainkan secara berkala selama arus mudik dan arus balik berlangsung.
Ia menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan ramp check, Dishub Kotim akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna memastikan keselamatan dan kesiapan pengemudi maupun kendaraan angkutan umum.
“Kemarin kami juga sudah rapat dengan Dinas Kesehatan dan BNN. Insyaallah ramp check akan dijadwalkan dan dilaksanakan selama arus mudik dan arus balik, bukan hanya sekali saja,” ungkapnya.
Terkait potensi lonjakan penumpang di terminal, Raihansyah mengatakan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan situasi. Jika berkaca pada data tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang saat periode Lebaran berada pada kisaran 40 hingga 50 persen.
Namun demikian, menurutnya jumlah tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Jika kondisi ekonomi stabil, lonjakan penumpang kemungkinan tidak akan terlalu signifikan.
“Kalau kita melihat data tahun kemarin, lonjakan penumpang sekitar 40 sampai 50 persen. Tapi untuk tahun 2026 ini kita belum tahu, karena sangat dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi secara global juga dapat mempengaruhi mobilitas masyarakat, termasuk keputusan mereka untuk melakukan perjalanan mudik maupun arus balik setelah Lebaran.
Meski demikian, Raihansyah mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat di sektor transportasi laut, khususnya di Pelabuhan Sampit.
“Kalau di terminal belum terlalu terlihat, tetapi dari pantauan kami di pelabuhan lonjakan penumpang sudah mulai cukup signifikan. Penumpang kapal sudah mengalami peningkatan,” katanya.
Karena itu, Dishub Kotim bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi agar pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post