SAMPIT – Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Sampit, Siti Nafillah, memastikan kesiapan armada menghadapi angkutan Lebaran 2026 dengan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 16 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan jadwal keberangkatan KM Lawit tujuan Semarang dari Pelabuhan Sampit.
“Kalau prediksi kami puncaknya di tanggal 16 Maret,” ujar Siti Nafillah, Selasa 3 Maret 2026.
Ia menyampaikan, selama periode posko arus mudik, Pelni Cabang Sampit akan melayani lima call kapal. Salah satunya adalah KM Kelimutu yang saat ini masih menjalani proses docking dan menunggu penyelesaian dari galangan sebelum kembali beroperasi.
“Secara keseluruhan terdapat lima call kapal untuk arus mudik. Sementara untuk jadwal arus balik, kami masih menunggu pembaruan lebih lanjut,” jelasnya.
Siti menambahkan, Kementerian Perhubungan membuka posko angkutan Lebaran pada 13–30 Maret 2026, sedangkan Pelni menetapkan masa posko internal lebih panjang, yakni mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sejak sebelum hingga setelah hari raya.
“Pada masa normal, jumlah penumpang dari Sampit berkisar 600–700 orang per keberangkatan. Namun pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun lalu,”bebernya.
Meski jumlah kapal lebih sedikit dari tahun sebelumnya, total penumpang diproyeksikan tetap menembus angka 1.300 orang selama periode arus mudik.
“Untuk jadwal sementara, KM Kelimutu direncanakan sandar di Sampit pada 12 Maret dengan tujuan Surabaya dan kembali pada 18 Maret. Namun jadwal tersebut masih menunggu konfirmasi akhir dari kantor pusat,”ujarnya.
Pihak Pelni juga mengimbau masyarakat agar melakukan pemesanan tiket lebih awal serta memastikan kelengkapan dokumen perjalanan guna menghindari kendala saat hari keberangkatan. Dengan kesiapan armada dan dukungan lintas instansi, arus mudik melalui jalur laut diharapkan berjalan aman dan tertib.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post